Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Genjot Konektivitas Kaltim-Kalteng, Jalur Poros Mulai Dimuluskan dengan Beton Berkualitas Tinggi

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 1 Mei 2026 | 12:32 WIB
Pekerjaan peservasi ruas Sp Blusuh-Batas Kalteng terus digenjot. (IST)

 
Pekerjaan peservasi ruas Sp Blusuh-Batas Kalteng terus digenjot. (IST)  

 

SENDAWAR - Urat nadi transportasi yang menghubungkan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kini memasuki babak baru. Jalur yang selama ini menjadi tantangan bagi para sopir logistik karena kondisi medan yang berat, mulai ditransformasi menggunakan teknologi beton semen.

Melalui paket Preservasi Jalan Sp Blusuh hingga Batas Kalteng, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim berupaya menghadirkan infrastruktur yang tangguh terhadap beban tonase besar.

​Proyek yang digarap oleh PT Bumi Karsa ini bukan sekadar mengejar target progres fisik. Fokus utama terletak pada kualitas material yang digunakan, yakni beton mutu FS45.

Baca Juga: 29 Daerah Hadiri Rakernas Pelti, Momentum Matangkan Program Kerja

Spesifikasi ini dipilih secara khusus untuk menjawab tantangan karakteristik tanah dan intensitas kendaraan berat yang melintasi jalur perbatasan tersebut setiap harinya.

​Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.9 Provinsi Kalimantan Timur, Joko Sidik, menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan ruang bagi kompromi terkait kualitas. Setiap jengkal pengecoran harus melewati kontrol yang presisi agar umur rencana jalan dapat tercapai secara maksimal.

​"Kami menerapkan standar teknis yang sangat ketat. Mulai dari persiapan dasar hingga proses finishing, semuanya harus presisi. Tim konsultan pengawas juga berada di lokasi setiap saat untuk memastikan tidak ada tahapan yang meleset dari spesifikasi," tegas Joko Sidik saat meninjau lokasi pekerjaan, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Irigasi Kutim Belum Optimal, DPRD Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

​Di sisi pelaksana, PT Bumi Karsa memastikan bahwa setiap tahapan pengerjaan di lapangan diawasi secara berlapis. Mengingat cuaca di kawasan tersebut yang sering tidak menentu, pengaturan waktu pengecoran dan perlindungan terhadap beton yang baru dituang menjadi krusial untuk menghindari keretakan atau penurunan mutu.

​Kepala Bagian Teknik PT Bumi Karsa, Lalu Syamsul Watoni, menjelaskan bahwa pengawasan visual saja tidak cukup untuk menjamin keandalan jalan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengujian laboratorium menjadi instrumen utama dalam pengendalian mutu di lapangan.

​"Kontrol kualitas kami perkuat dengan pengujian laboratorium secara berkala. Sampel beton diambil secara rutin untuk memastikan kekuatan lentur (flexural strength) tetap berada pada level FS45. Langkah ini diambil demi memberikan daya tahan optimal," kata Lalu Syamsul Watoni.

​Ia menambahkan, ketahanan jalan merupakan kunci utama mengingat jalur ini merupakan urat nadi ekonomi antarprovinsi. Dengan material yang mampu menahan beban tinggi, diharapkan anggaran negara yang dikucurkan dapat memberikan manfaat jangka panjang tanpa perlu sering melakukan perbaikan tambal sulam.

​Pihak BBPJN optimis bahwa dengan sinergi antara perencanaan yang matang dan pengawasan yang intensif, proyek ini akan rampung sesuai jadwal.

Jika konektivitas ini telah sempurna, dampaknya akan langsung dirasakan pada efisiensi waktu tempuh dan penurunan biaya logistik, yang pada akhirnya memicu geliat ekonomi bagi warga di sepanjang koridor Simpang Blusuh hingga batas Kalimantan Tengah. (*)

Editor : Sukri Sikki
#PT Bumi Karsa #BBPJN Kaltim #jalan nasional