KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Konektivitas wilayah hulu Mahakam terus menjadi perhatian. Saat ini, PT Trimurti Perkasa mempercepat proyek preservasi jalan dan jembatan pada ruas Muara Muntai – Nayan – Blusuh, Kabupaten Kutai Barat.
Fokus pekerjaan pada tahap ini adalah memperpanjang usia infrastruktur melalui pemeliharaan berkala yang menyeluruh.
Setidaknya tiga titik vital menjadi sasaran perbaikan, yakni Jembatan Sei Rumpa, Jembatan Muara Tae II, dan Jembatan Sei Blusuh. Meski tampak kokoh, struktur baja pada jembatan tersebut tetap membutuhkan perawatan khusus untuk menghadapi cuaca ekstrem dan beban kendaraan.
Baca Juga: Lawan PSG atau Bayern, Arsenal Paling Realistis Juara Liga Champions
Perwakilan pelaksana PT Trimurti Perkasa, Wawan, menjelaskan bahwa tim saat ini masih berada pada tahap persiapan. Pembersihan dilakukan secara detail, mencakup seluruh bagian jembatan, mulai dari bawah hingga ke bagian atas.
“Kami melakukan pembersihan menyeluruh di seluruh area struktur. Ini langkah krusial sebelum masuk ke tahapan inti, salah satunya pengecatan struktur baja,” ujar Wawan, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan, pengecatan bukan sekadar memperindah tampilan. Secara teknis, langkah ini menjadi perlindungan utama terhadap korosi.
Pengecatan difokuskan pada girder baja di bawah lantai jembatan untuk Sei Rumpa dan Muara Tae II. Sementara itu, Jembatan Sei Blusuh akan dicat pada seluruh rangka bajanya.
Langkah preventif ini dilakukan untuk mencegah degradasi akibat kelembapan tinggi dan reaksi kimia lingkungan. Dengan lapisan pelindung baru, umur layanan jembatan diharapkan lebih panjang sehingga mobilitas masyarakat tetap lancar.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Besok Kaltim 7 Mei 2026: Hujan Ringan Dominasi, Berikut Rinciannya di 10 Wilayah
Proyek ini berada di bawah naungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur. Pengawasan dilakukan secara ketat oleh konsultan independen yang memantau setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pemilihan material hingga teknik pelaksanaan di lapangan.
Seluruh proses harus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Di bawah koordinasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.7, Novi Ari Nugroho, sinergi antara kontraktor dan pengawas diharapkan menghasilkan infrastruktur yang tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berkualitas tinggi bagi masyarakat Kutai Barat. (*)
Editor : Ery Supriyadi