Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Solar Subsidi di Kutai Barat "Menghilang" di SPBU dan APMS, Pemkab dan DPRD Desak Solusi Cepat.

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 13 Mei 2026 | 19:53 WIB
Ilustrasi kelangkaan solar dan biosolar di Kutai Barat.
Ilustrasi kelangkaan solar dan biosolar di Kutai Barat.

SENDAWAR – Kondisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kian memprihatinkan. Di lapangan, tak ada lagi pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular. Bukan karena pasokan lancar, melainkan karena stok solar di sejumlah SPBU dan Agen Premium Minyak Solar (APMS) memang benar-benar kosong alias "gaib".

​Menyikapi jeritan masyarakat yang kian nyaring, DPRD Kubar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi, Rabu (13/5/2026). Pertemuan ini menjadi panggung desakan bagi Aliansi Peduli Masyarakat Sentawar (APMS) yang gerah melihat realita di lapangan, nosel SPBU kering.

Baca Juga: Samarinda-Melak Hanya 6 Jam via Sungai, Speed Boat Jadi 'Jalan Tol' Andalan Warga Kutai Barat

​Perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar, Kamius Junaidi, menegaskan bahwa ketiadaan stok solar di titik resmi distribusi ini harus segera diurai. Pihaknya kini tengah memburu kejelasan mengenai realisasi kuota yang dikucurkan untuk Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

​“Saya sudah berkomunikasi dengan Kadis Perindagkop untuk meminta kejelasan terkait kuota di Kutai Barat. Kita perlu tahu bagaimana perkembangan terakhirnya, mengapa barangnya tidak ada di SPBU,” tegas Kamius.

​Pemkab menyadari, hilangnya solar di pasaran bukan perkara sepele. Dampak dominonya sudah merambat ke mana-mana, mulai dari terhambatnya aktivitas logistik hingga mulai merangkaknya harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional.

​Ketua Komisi II DPRD Kubar, Adrianus, memberikan sentilan keras dalam rapat tersebut. Menurutnya, meski pemerintah pusat tidak menaikkan harga BBM subsidi, kelangkaan fisik barang di lapangan secara otomatis mencekik ekonomi warga.

"Jangan sampai masyarakat menyebut pemerintah tutup mata. Kita semua di sini punya tugas dan fungsi, mari maksimalkan itu. Faktanya, solar susah didapat, dan ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang di masyarakat," ujar Adrianus lugas.

Baca Juga: Solar Langka di Kutai Barat: Sopir Menjerit, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Senada dengan itu, Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Sendawar, Darsono Edward, mengungkapkan bahwa aliansi mereka lahir dari rasa frustrasi warga. Masyarakat terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi membeli solar di pengecer karena SPBU selalu kosong.

"Keluhan masyarakat sudah sangat banyak. Kami datang ke DPRD agar segera ada solusi. Kami ingin ketersediaan BBM subsidi kembali normal sesuai kuota dan pengawasan distribusi diperketat agar tepat sasaran," harap Darsono.

​RDP yang juga dihadiri unsur Satpol PP, Polres Kubar, dan Bagian Hukum ini menyepakati perlunya langkah strategis yang lebih dari sekadar wacana. Pemkab Kubar berjanji akan mengagendakan pengawasan lapangan yang lebih ketat.

Editor : Muhammad Ridhuan
#harga bbm subsidi #solar #Kutai Barat