Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kubar Target Cetak 369 Hektare Sawah Baru, Dongkrak Ketahanan Pangan Lokal

Sunardi Kaltim Post • Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:16 WIB
PERTANIAN: Wakil Bupati Kubar, H Nanang Adriani (dua kanan) saat tandatangani MoU bersama Kementerian Pertanian program cetak sawah. IST/KP
PERTANIAN: Wakil Bupati Kubar, H Nanang Adriani (dua kanan) saat tandatangani MoU bersama Kementerian Pertanian program cetak sawah. IST/KP

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) mengambil langkah konkret dalam mendukung akselerasi swasembada pangan nasional. Bumi Tanaa Purai Ngeriman berkomitmen penuh menyukseskan program cetak sawah seluas 369 hektare yang digagas pemerintah pusat pada tahun ini.

​Komitmen hijau tersebut dikunci lewat Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Kontrak Konstruksi Cetak Sawah Tahun 2026 oleh Kementerian Pertanian di Ballroom 1 Hotel Margo, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (13/5) lalu.

​Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani, menegaskan bahwa daerahnya tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam pusaran ketahanan pangan nasional. Pemkab Kubar siap pasang badan, baik dalam hal pengawasan ketat di lapangan maupun menyinergikan seluruh eksekusi program agar tepat sasaran.

Baca Juga: Panen Padi di Mahulu Dibuka Meriah, Adat Uman Untat Jadi Simbol Syukur Warga Dayak Kenyah

​"Pemkab Kubar mendukung penuh program pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi pangan melalui cetak sawah di Kubar," tegas Nanang kepada awak media, Sabtu (16/5/2026)

​Menurut Nanang, proyeksi luasan sawah baru tersebut tidak bertumpu pada satu titik, melainkan disebar secara strategis di 12 lokasi berbeda di wilayah Kutai Barat. Strategi sebaran ini sengaja diambil agar stimulan ekonomi dan pemerataan sentra pangan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai kecamatan.

​Program cetak sawah ini diproyeksikan membawa efek domino (multiplier effect) yang signifikan bagi hajat hidup masyarakat Kutai Barat, sebagai pelecut kesejahteraan petani lokal, melalui pembukaan lahan baru, para petani tradisional akan mendapatkan fasilitas lahan produktif yang siap kelola. Hal ini otomatis membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan riil rumah tangga petani.

​Kemandirian pangan daerah, Kubar perlahan akan mengikis ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah (seperti Sulawesi atau Jawa). Pasokan beras yang melimpah dari hasil bumi sendiri akan menjaga stabilitas harga di pasar lokal.

Baca Juga: Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Indonesia, IKN Siap Difungsikan Jadi Istana Strategis Baru

​Modernisasi pertanian, masuknya program pusat ini diyakini akan dibarengi dengan transfer teknologi pertanian modern, yang mengubah pola tanam tradisional menjadi lebih efisien dan produktif.

​Sadar bahwa pembukaan lahan berskala masif rawan memicu friksi sosial, Wabup Nanang Adriani memberikan catatan terkait aspek humanis pelaksanaan proyek ini. Ia mewanti-wanti seluruh jajaran dan pihak kontraktor untuk mengedepankan komunikasi persuasif kepada warga setempat sebelum alat berat diturunkan.

​"Sosialisasi masif kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai adalah harga mati. Kita ingin masyarakat memahami seutuhnya tujuan mulia dan proses pelaksanaan program ini. Jangan sampai ada ruang untuk kesalahpahaman atau sumbatan komunikasi di lapangan," pungkasnya.

​Dengan pendekatan yang matang dan pelibatan masyarakat lokal secara aktif, asa Kubar untuk bertransformasi menjadi salah satu lumbung pangan utama di Benua Etam kini berada di jalur yang tepat. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#cetak sawah Kubar #H Nanang Adriani #sawah baru Kutai Barat #pertanian Kutai Barat #ketahanan pangan Kubar