SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat bergerak cepat menangani banjir yang merendam sembilan kampung di Kecamatan Tering, Rabu (20/5).
Peninjauan langsung ke lokasi terdampak dipimpin Plh Sekretaris Daerah Kutai Barat, Yuli Permata Mora didampingi Asisten Ekonomi, Pembangunan dan SDA Ali Sadikin serta Kepala Dinas Sosial Adolvus Edhardus Pontus.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi.
Baca Juga: Mediasi Sengketa Lahan PT TIS dan Kelompok Tani Jaga Laakng Alot, Perusahaan Tunggu Putusan Kasasi
Yuli Permata Mora mengatakan, sejak pagi pemerintah daerah telah mengaktifkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna mempercepat penanganan banjir.
“Pemerintah daerah telah melakukan langkah penanganan cepat melalui sinergi sejumlah perangkat daerah sejak pagi hari. Semua lini bergerak bersama demi keselamatan warga,” ujarnya di sela peninjauan.
Pemkab Kubar saat ini juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan, mulai penyaluran bantuan logistik, pendirian tenda pengungsian hingga pembangunan dapur umum darurat apabila warga harus dievakuasi.
Dalam penanganan di lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menurunkan perahu karet ke sejumlah titik untuk membantu proses evakuasi warga.
Sementara Dinas Sosial menyiapkan bantuan darurat bagi pengungsi, Dinas Ketahanan Pangan memastikan pasokan pangan aman, dan Dinas Kesehatan bersiaga dengan armada ambulans serta tim medis.
Asisten II Pemkab Kubar, Ali Sadikin mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi banjir masih berpotensi berubah.
“Seluruh warga, terutama orang tua, diminta berhati-hati mengawasi anak-anak dan lansia yang rentan dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Berdasarkan laporan Dinas Sosial, banjir menggenangi sembilan kampung di Kecamatan Tering. Yakni Kampung Muyub Ulu, Tukul, Gabung Baru, Tering Baru, Linggang Jelemuq, Tering Lama, Linggang Muyub Ilir, Linggang Tering Seberang, dan Tering Lama Ulu.
Baca Juga: Jelang Iduladha 2026, Distan Kutai Barat Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Lapak Musiman
Secara keseluruhan, banjir berdampak terhadap 1.513 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.743 jiwa. Sedangkan jumlah rumah warga yang terdampak mencapai 1.340 unit.
Pemkab Kutai Barat memastikan pengawasan dan penanganan akan terus dilakukan secara terpadu hingga kondisi banjir berangsur normal.
Editor : Muhammad Ridhuan