Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati Kubar Diberi Nama “Jelivan”, Simbol Kehormatan Tertinggi Dayak Bahau

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 21 Mei 2026 | 08:58 WIB
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima penyematan nama kehormatan dari masyarakat suku Dayak Bahau.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima penyematan nama kehormatan dari masyarakat suku Dayak Bahau.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin resmi menerima gelar kehormatan dari masyarakat suku Dayak Bahau dalam prosesi adat yang digelar di Kampung Tering Lama Ulu, Kecamatan Tering, Rabu (20/5/2026).

Kedatangan Frederick Edwin disambut hangat dengan prosesi adat, pekikan tradisional, serta alunan instrumen khas Dayak Bahau. Acara berlangsung khidmat di kediaman Kepala Adat Tering Lama Ulu dan dihadiri tokoh masyarakat, pengurus adat, serta ratusan warga.

Ketua Paguyuban Pekaat Huang Bahau Mekaam (PHBM) Kutai Barat Hermanus Tingang menjelaskan, dalam tradisi Dayak Bahau, prosesi pemberian nama kehormatan kepada pemimpin dikenal dengan istilah “Ngemhak Aran Ayaq” yang berarti penyematan nama besar.

Baca Juga: Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Balikpapan, Namun Nilainya Turun Tajam pada Maret 2026

“Dalam prosesi adat ini, Pak Bupati resmi diberikan nama Jelivan,” ujar Hermanus Tingang, Kamis (21/5/2026).

Menurut Hermanus, nama “Jelivan” dipilih karena memiliki makna filosofis dan sosiologis yang tinggi dalam budaya Dayak Bahau.

Jelivan melambangkan sosok yang dihormati, dijunjung tinggi, dan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat adat Bahau.

Ia menegaskan, pemberian gelar adat tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk doa dan harapan masyarakat adat kepada pemimpin daerah.

“Nama ini diberikan supaya harkat dan martabat Pak Bupati menjadi lebih kuat dalam membawa serta memimpin Kutai Barat ke depan,” tegasnya.

Baca Juga: Sindikat Curat dan Curanmor di Long Ikis Dibekuk, Ayah dan Anak Ikut Ditangkap

Melalui momentum tersebut, masyarakat adat Dayak Bahau berharap Frederick Edwin dapat terus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kutai Barat, sekaligus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal.

Hermanus juga berharap hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat semakin erat demi menjaga kelestarian adat dan budaya Dayak Bahau di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#gelar adat Jelivan #Tering Lama Ulu #Frederick Edwin #Dayak Bahau #Kutai Barat