Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Antisipasi Risiko Limbah Industri, Pemkab Kubar Gelar Simulasi Penanganan Kebocoran B3

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:14 WIB
UJI KESIAPAN PERSONEL: Tim teknis lapangan saat memperagakan simulasi penanggulangan kebocoran zat kimia berbahaya pada agenda Geladi Kedaruratan B3 Skala Kabupaten di Alun-Alun Itho, Sendawar. Kegiatan ini ditujukan untuk menguji keandalan alat utama sistem keselamatan di wilayah operasional Kutai Barat. (FOTO:  DISKOMINFO KUBAR)
UJI KESIAPAN PERSONEL: Tim teknis lapangan saat memperagakan simulasi penanggulangan kebocoran zat kimia berbahaya pada agenda Geladi Kedaruratan B3 Skala Kabupaten di Alun-Alun Itho, Sendawar. Kegiatan ini ditujukan untuk menguji keandalan alat utama sistem keselamatan di wilayah operasional Kutai Barat. (FOTO: DISKOMINFO KUBAR)

​SENDAWAR – Seiring pesatnya perkembangan sektor industri di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat terus ditingkatkan. Langkah nyata ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dengan menggelar Apel Siaga Geladi Kedaruratan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan/atau Limbah B3 Skala Kabupaten.

​Kegiatan strategis yang dipusatkan di Alun-Alun Itho, Sendawar, Kamis (21/5/2026) dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin.  Agenda ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar dengan membangun kolaborasi solid bersama berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.

​Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi tinggi kepada DLH Kubar dan seluruh mitra kerja atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. ​"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama kita dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat akibat bahan berbahaya dan beracun maupun limbah B3," ujar Bupati Edwin.

​Bupati Edwin menambahkan bahwa agenda ini menjadi langkah krusial untuk mendongkrak kapasitas, kesiapan, serta koordinasi lintas sektor. Terlebih, Bumi Tanaa Purai Ngeriman saat ini mengalami akselerasi pembangunan yang sangat pesat di sektor pertambangan, perkebunan, dan industri lainnya.

UJI KESIAPAN PERSONEL: Tim teknis lapangan saat memperagakan simulasi penanggulangan kebocoran zat kimia berbahaya pada agenda Geladi Kedaruratan B3 Skala Kabupaten di Alun-Alun Itho, Sendawar. Kegiatan ini ditujukan untuk menguji keandalan alat utama sistem keselamatan di wilayah operasional Kutai Barat. (FOTO:  DISKOMINFO KUBAR)
UJI KESIAPAN PERSONEL: Tim teknis lapangan saat memperagakan simulasi penanggulangan kebocoran zat kimia berbahaya pada agenda Geladi Kedaruratan B3 Skala Kabupaten di Alun-Alun Itho, Sendawar. Kegiatan ini ditujukan untuk menguji keandalan alat utama sistem keselamatan di wilayah operasional Kutai Barat. (FOTO: DISKOMINFO KUBAR)

Dampak positif ekonomi tersebut tentu diikuti oleh tantangan dan risiko lingkungan yang semakin besar. ​Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanggulangan keadaan darurat bertumpu pada tiga aspek utama, Kecepatan tindakan dalam merespons insiden. Ketepatan prosedur teknis keselamatan dan koordinasi yang kuat antarinstansi dan pelaku usaha.

​"Untuk itu, kegiatan geladi seperti ini jangan dianggap sebagai formalitas semata. Namun, harus dilaksanakan secara serius dan profesional, seolah-olah kita sedang menghadapi kondisi nyata di lapangan," tegas Bupati Edwin dengan penuh instruktif.

​Rangkaian acara tidak hanya fokus pada pengarahan, tetapi juga diisi dengan aksi nyata di lapangan. Pada momen tersebut, dilakukan penyerahan bantuan penahanan minyak (oil boom) secara simbolis. Selain itu, Pemkab Kubar juga memberikan penghargaan khusus kepada para pelaku usaha yang dinilai berkomitmen tinggi dan tertib dalam pengelolaan B3 serta Limbah B3 di wilayah operasional mereka.

​Acara kemudian ditutup dengan simulasi penanganan bencana kedaruratan B3 oleh tim teknis lapangan. Dalam simulasi tersebut, para petugas dengan sigap memperagakan prosedur cepat penanggulangan kebocoran dan kontaminasi zat berbahaya. Langkah ini sekaligus menguji kesiapan personel serta keandalan alat utama sistem keselamatan yang dimiliki oleh Kabupaten Kutai Barat.

​Dengan suksesnya geladi ini, seluruh elemen di Kabupaten Kutai Barat kini diharapkan lebih siap, responsif, dan presisi dalam bertindak jika sewaktu-waktu terjadi insiden lingkungan, demi terwujudnya industri yang aman dan berkelanjutan. (adv/diskominfokubar)

Editor : Muhammad Rizki
#bupati kubar #Diskominfo Kubar #Simulasi limbah B3 #Frederick Edwin