Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BNPB Turun ke Kutai Barat, Banjir Belum Surut dan 114 Rumah Masih Terendam

Sunardi Kaltim Post • Minggu, 31 Mei 2026 | 08:40 WIB
Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Djohan bersama Bupati Frederick Edwin meninjau kondisi banjir di wilayah Kutai Barat, Sabtu (30/5).
Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Djohan bersama Bupati Frederick Edwin meninjau kondisi banjir di wilayah Kutai Barat, Sabtu (30/5).

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima kunjungan kerja tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (30/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kutai Barat sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Rombongan BNPB dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Djohan. Selain melakukan pemantauan lapangan, BNPB juga menyerahkan bantuan stimulan berupa sembako dan selimut secara simbolis di Kantor Bupati Kutai Barat.

Djohan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil bencana yang telah merendam beberapa kecamatan selama hampir sepekan terakhir.

Baca Juga: Sonic Melaju ke Final KBL SMP Putra, Duel Bluefin vs Bluesky Ditunda

“Kami datang untuk mengecek sejauh mana kondisi bencana banjir yang terjadi. Kami juga membawa bantuan stimulan berupa sembako dan selimut. Jika nantinya kebutuhan di lapangan masih memerlukan penambahan, Pemkab Kutai Barat dapat segera menyampaikan usulan susulan kepada kami,” ujarnya.

Meski di beberapa lokasi debit air mulai menunjukkan tren penurunan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kondisi cuaca yang masih tidak menentu berpotensi menyebabkan kenaikan muka air kembali.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan banjir di daerahnya.

Menurut dia, selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga berharap adanya dukungan sarana penanggulangan bencana untuk kebutuhan jangka panjang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari BNPB. Ke depan, kami berharap ada dukungan pengadaan armada perahu bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir agar akses transportasi darurat tetap terjaga,” kata Frederick.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pengamat Sebut PLTA Mahulu Akan Tingkatkan Fleksibilitas Sistem Kelistrikan Kalimantan di Era IKN

Sementara itu, Camat Muara Pahu Maulidin Said menjelaskan bahwa pada puncak banjir, ketinggian air sempat mencapai satu meter di atas jalan semenisasi atau sekitar tiga hingga empat meter dari permukaan sungai.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kampung Muara Beloan. Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu (30/5), sebanyak 114 rumah masih terendam banjir. Sebanyak 22 rumah yang dihuni 31 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa terdampak langsung karena air masuk hingga ke lantai rumah.

Akibatnya, sebagian warga terpaksa membuat lantai panggung darurat di dalam rumah untuk bertahan. Di sisi lain, akses transportasi darat menuju kampung masih lumpuh total karena jalan utama terendam air setinggi dua hingga tiga meter.

Meski tinggi muka air telah turun sekitar 45 sentimeter, proses surutnya banjir berlangsung lambat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dua danau besar dan lima danau kecil di sekitar kawasan yang sudah terisi penuh. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Muara Beloan #Frederick Edwin #bantuan logistik #Banjir Kutai Barat #bnpb