KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Muara Muntai–Nayan–Blusuh di Kabupaten Kutai Barat terus dikebut. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur menargetkan peningkatan konektivitas antardaerah melalui percepatan penanganan infrastruktur strategis tersebut.
Saat ini, kontraktor pelaksana PT Trimurti Perkasa masih melanjutkan pekerjaan pengecoran perkerasan beton semen (rigid pavement) di sejumlah titik ruas jalan. Pekerjaan itu dilakukan untuk mengejar target fungsional jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas barang dan jasa masyarakat.
Untuk memastikan kebutuhan material terpenuhi tanpa hambatan distribusi, kontraktor mengoptimalkan produksi beton secara mandiri. Selain memanfaatkan batching plant di Jalan Poros Petung, Kecamatan Bongan, kini juga ditambah fasilitas produksi baru di wilayah Priyan, Kecamatan Muara Muntai.
Baca Juga: Ancaman Serius di Depan Mata, Samarinda Hadapi Badai PHK, Usahakan dengan Program UMKM
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.7 BBPJN Kalimantan Timur, Novi Ari Nugroho, mengatakan penambahan fasilitas produksi beton dilakukan untuk mempercepat progres pekerjaan di lapangan.
“Untuk mempercepat pelaksanaan, kontraktor menambah produksi beton melalui plant baru di Priyan, Kecamatan Muara Muntai. Langkah ini dilakukan agar suplai material ke lokasi pengecoran lebih cepat dan fleksibel,” ujar Novi, Selasa (2/6).
Meski mengejar target penyelesaian pekerjaan, Novi menegaskan bahwa kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas utama. Seluruh tahapan pekerjaan wajib mengikuti prosedur dan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Kami memastikan seluruh proses produksi dan pengecoran tetap sesuai spesifikasi teknis yang berlaku. Tidak ada toleransi terhadap penurunan mutu pekerjaan,” tegasnya.
Untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan, proyek ini juga diawasi oleh konsultan pengawas independen yang bertugas melakukan pengendalian konstruksi secara harian. Pengawasan tersebut berjalan di bawah koordinasi langsung PPK 1.7 BBPJN Kalimantan Timur.
Menurut Novi, sistem pengawasan berlapis diterapkan agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun anggaran.
Baca Juga: Terima 24 Aduan SPMB, Ombudsman Kaltim Minta Disdikbud Benahi Sengkarut Aturan Juknis
“Dengan dukungan konsultan pengawas independen serta tim teknis yang terus melakukan pengawasan di lapangan, kami berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan ketat dilakukan agar konstruksi jalan beton yang dibangun memiliki daya tahan tinggi dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami ingin jalan ini memiliki umur layanan yang optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Seiring masih berlangsungnya aktivitas alat berat dan pengecoran beton di sejumlah titik, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan proyek. Masyarakat diimbau mematuhi rambu lalu lintas, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan selama masa konstruksi.
Editor : Ery Supriyadi