KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan urat nadi perekonomian di Kutai Barat (Kubar) terus dikebut. Proyek preservasi ruas jalan Simpang (Sp) Belusuh – Sp Damai – Mentiwan (Melak) kini menunjukkan progres signifikan di lapangan.
Fokus pengerjaan saat ini bertumpu pada jalan semen beton (rigid pavement) dan penataan sistem drainase. Saat ini, geliat aktivitas pekerja dan alat berat terkonsentrasi di segmen dua, yakni ruas Sp Damai menuju Simpang Raya.
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim memastikan bahwa seluruh tahapan proyek berjalan ketat sesuai dengan timeline yang telah direncanakan demi mendongkrak kenyamanan mobilisasi masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.8 BBPJN Kaltim, Andi Muhammad Ruli Akib, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang dengan standar tinggi. Target utamanya tidak sekadar mengejar bentang jalan yang mulus, melainkan juga memastikan ketahanan jangka panjang pada struktur jalan tersebut.
Baca Juga: Utang Pemkot Samarinda Masih Rp 400 Miliar, Pemkot Samarinda Dahulukan Gaji dan Pelayanan Publik
"Saat ini pekerjaan rigid beton di kawasan Jembatan GBU sudah hampir rampung," jelas Ruli, Rabu (3/6/2026). Selain pengerasan badan jalan, aspek pengendali air juga menjadi prioritas guna mencegah kerusakan dini akibat genangan.
Ruli menambahkan, pekerjaan teknis seperti cross drain serta pemasangan cross drain box culvert di kawasan Kantor UT Jengan Danum saat ini tengah digarap intensif.
Senada dengan pihak BBPJN, kontraktor pelaksana dari PT Brahmakerta Adiwira juga optimistis proyek ini selesai sesuai target kontrak. Perwakilan kontraktor, Riyanto, menegaskan bahwa seluruh item pekerjaan saat ini berada dalam posisi on progress.
Untuk memastikan investasi negara ini tidak sia-sia, faktor kualitas menjadi harga mati. Riyanto menyebut proses pengerjaan di lapangan diawasi secara melekat dan ketat oleh tim pengawas.
Baca Juga: Polres Berau Sita 68 Paket Sabu Siap Edar, Pemuda 22 Tahun Ditangkap di Tanjung Redeb
Namun, di balik progres positif ini, pengendara yang melintas diharapkan bisa menekan ego berkendara. Mengingat tingginya aktivitas pekerja dan lalu lalang alat berat, masyarakat yang melintasi jalur interkoneksi ini diimbau untuk ekstra waspada dan berhati-hati.
Langkah cepat dan masif dalam perbaikan jalan ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat Kutai Barat. Warga menilai, model perbaikan dengan struktur beton semen jauh lebih efektif dibanding tambal sulam aspal biasa yang rentan rusak akibat kendaraan bertonase besar.
Melky, salah seorang warga yang kerap melintasi jalur tersebut, mengaku sangat puas dengan perubahan yang mulai terlihat di beberapa titik. "Terima kasih pemerintah. Kalau seperti ini baru namanya perbaikan jalan. Kualitasnya bagus dan mulus, tentu akan bertahan lama umur jalannya," ungkap Melky. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo