Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tertinggi di Kaltim, Pemkab Kubar Gandeng Unmer Malang Susun Road Map Hilorisasi Karet

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:07 WIB
POTENSI BESAR: Presentasi pendahuluan mengenai potensi, tantangan, dan strategi pengembangan komoditas karet di Kabupaten Kutai Barat. (Sunardi/KP)
POTENSI BESAR: Presentasi pendahuluan mengenai potensi, tantangan, dan strategi pengembangan komoditas karet di Kabupaten Kutai Barat. (Sunardi/KP)

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berupaya memaksimalkan potensi sektor perkebunan, khususnya komoditas karet yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Langkah strategis ini ditegaskan dalam rapat Presentasi Draf Laporan Pendahuluan Kajian Pengembangan Kawasan Pusat Perencanaan dan Pengembangan Usaha Daerah (PUD) Karet yang berlangsung di Ruang Rapat I Bappedalitbang Kutai Barat, Kamis (4/6).

Baca Juga: Daftar Lengkap 8 Tersangka Kasus Korupsi Imigrasi, Ada Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Kutai Barat dengan Pusat Kajian Hukum dan Pemerintahan Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

Plt Kepala Bappedalitbang Kutai Barat, Sulhendi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi jembatan yang baik antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis riset dan ilmu pengetahuan.

"Pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan membutuhkan fokus pada potensi lokal. Komoditas karet bukan sekadar komoditas pertanian biasa, melainkan tulang punggung perekonomian bagi keluarga di berbagai kecamatan dan kampung di Kutai Barat," ujar Sulhendi.

Baca Juga: Badai OTT di Imigrasi! KPK Tetapkan Wamen Silmy Karim dan 7 Pejabat Teras Jadi Tersangka Korupsi

Berdasarkan data terkini, Kutai Barat memiliki posisi tawar yang sangat kuat di sektor perkebunan karet tingkat provinsi. Luas area perkebunan karet di Kutai Barat tercatat mencapai 45.180 hektare dengan total produksi sebesar 35.107 ton. Angka tersebut menempatkan Kutai Barat sebagai produsen karet tertinggi di Kalimantan Timur.

Meski memiliki potensi lahan yang masih luas, Sulhendi mengingatkan agar semua pihak tidak menutup mata terhadap realitas dan tantangan berat yang dihadapi para petani di lapangan.

"Kita masih menghadapi tantangan klasik seperti fluktuasi harga karet dunia, usia tanaman yang sudah tua, minimnya penerapan teknologi pascapanen, serta rantai tata niaga yang masih sangat panjang. Selama ini kita terlalu fokus di sektor hulu dan belum maksimal menyentuh sektor hilirisasi," jelasnya.

Baca Juga: Sedih! Deretan Bintang Sepak Bola Gagal Tampil di Piala Dunia 2026, Ada Robert Lewandowski

Berangkat dari kondisi tersebut, kajian pengembangan kawasan PUD Karet ini dinilai sangat krusial dan strategis untuk meningkatkan nilai tambah yang dinikmati oleh para petani lokal.

Untuk memastikan kajian ini berjalan efektif dan berdampak nyata, Plt Kepala Bappedalitbang Kutai Barat memberikan empat penekanan strategis kepada tim ahli dan perangkat daerah terkait.

Pertama, penyusunan peta jalan atau roadmap yang konkret. Kajian ini ditegaskan tidak boleh hanya berhenti sebagai tumpukan dokumen akademis di atas meja. Hasil akhir harus berupa roadmap pengembangan kawasan yang nyata, rasional, dan dapat diimplementasikan oleh perangkat daerah teknis.

Kedua, pemetaan rantai pasok dan hilirisasi. Tim ahli diharapkan mampu memetakan rantai pasok secara tajam serta merumuskan model hilirisasi komoditas karet. Pemerintah daerah ingin mendorong adanya industri di Kutai Barat yang mampu mengolah bahan baku karet menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi.

Baca Juga: Viral! Jadi Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis, Sony Sonjaya Sindir Kepala BGN Baru Lewat Instagram

Ketiga, kolaborasi dan keterbukaan data. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, hingga aparatur kecamatan, diinstruksikan untuk bersinergi dan terbuka dalam memberikan dukungan data primer maupun sekunder yang riil kepada tim ahli.

Keempat, penerapan pendekatan yang holistik. Kajian tidak boleh hanya memotret aspek ekonomi murni, melainkan harus menyentuh aspek sosial dan kelembagaan. Penguatan kelompok tani, koperasi, peran penyuluh, hingga daya dukung lingkungan harus masuk dalam formulasi kebijakan.

Di akhir arahannya, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menaruh harapan besar kepada tim ahli Universitas Merdeka Malang untuk membawa metodologi pendekatan dan kerangka berpikir yang tajam guna memandu jalannya penelitian selama beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Kabar Baik Tim Matador, Lamine Yamal Diproyeksikan Fit di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kajian ini diharapkan menjadi kompas baru bagi kejayaan industri karet di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Sejumlah undangan tampak hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk perwakilan dari dinas teknis terkait, jajaran Bappedalitbang, serta perwakilan pemangku kepentingan di sektor perkebunan Kutai Barat. (*)

Editor : Dwi Restu A
#karet kulkas #Pemkab Kubar #hilirisasi #Kutai Barat #roadmap