Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lepas 25 Siswa Angkatan ke-17, TK Transformasi Fokus Cetak Generasi Berkarakter

Sunardi Kaltim Post • Minggu, 14 Juni 2026 | 09:48 WIB
Sebanyak 25 siswa TK Transformasi Angkatan ke-17 mengikuti prosesi perpisahan dan penamatan peserta didik. (SUNARDI/KALTIM POST)
Sebanyak 25 siswa TK Transformasi Angkatan ke-17 mengikuti prosesi perpisahan dan penamatan peserta didik. (SUNARDI/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Suasana haru bercampur sukacita menyelimuti Aula Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kutai Barat, Sabtu (13/6).

 Sebanyak 25 peserta didik TK Transformasi Angkatan ke-17 resmi dilepas dalam acara Perpisahan dan Penamatan Peserta Didik sebagai tanda kesiapan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.

Acara berlangsung meriah dan dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kutai Barat, pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Ketua Yayasan Transformasi, Komite Sekolah, para guru, serta orang tua murid.

Baca Juga: Atasi Perlawanan Blue Sky, Bluefin Samarinda ke Final KBL Kategori Umum Putra

Kemeriahan semakin terasa saat para siswa menampilkan berbagai pertunjukan yang menunjukkan bakat dan hasil pembelajaran selama setahun terakhir.

Kepala TK Transformasi, Bitalina, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada TK Transformasi.

“Selama satu tahun bersama tentu banyak kenangan yang tercipta. Jika dalam proses mendampingi anak-anak terdapat kekurangan, kami memohon maaf dan berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan pendidikan kami,” ujar Bitalina.

Ia juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di TK Transformasi.

Baca Juga: Komisi II DPRD Mahulu Apresiasi Kampung Lutan, Bidik Omzet Rp1 Miliar

Menurutnya, suasana belajar di sekolah dasar akan berbeda dengan taman kanak-kanak karena waktu bermain akan semakin berkurang.

“Namun, kami berharap anak-anak tetap menjadi pribadi yang baik, selalu mengandalkan Tuhan, dan terus belajar dengan penuh semangat,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan IGTKI Kabupaten Kutai Barat, Yotam. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang nilainya tidak akan pernah habis.

Menurutnya, TK Transformasi telah menunjukkan komitmen yang baik dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dan pembentukan karakter Kristiani sejak usia dini.

Keberhasilan proses pendidikan tersebut juga didukung hubungan yang harmonis antara sekolah dan keluarga. Ketua Komite Sekolah, Nelson Nemo, mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci penting dalam membentuk masa depan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Yayasan Transformasi, Widodo Rahayu, memaparkan perjalanan sekolah yang kini telah memasuki usia ke-17 tahun. Dari total 39 peserta didik aktif, sebanyak 25 anak mengikuti prosesi penamatan tahun ini.

Widodo menjelaskan, yayasan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya dengan mengirim guru mengikuti program magang dan pelatihan di Semarang.

“Kami ingin anak-anak Kutai Barat menjadi generasi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional. Kuncinya adalah melayani dengan kerendahan hati, doa, serta dedikasi yang tulus,” tegasnya.

Baca Juga: Piala Dunia di Stadion Levi’s, Ribuan Kursi Kosong Mewarnai Laga Imbang Qatar vs Swiss

Untuk mendukung pengembangan pendidikan, Yayasan Transformasi juga telah menyusun rencana strategis hingga 2030. Program tersebut meliputi pembangunan ruang kelas baru, kantor sekolah, pagar, hingga aula guna menunjang kenyamanan proses belajar mengajar.

Upaya pengembangan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kutai Barat, Benediktus, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung sekolah swasta yang memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Pendidikan Kutai Barat akan mengalokasikan bantuan infrastruktur berupa dua ruang kelas baru untuk TK Transformasi, satu kantor untuk SD Transformasi, serta sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

“Transformasi harus terus bergerak maju melakukan perubahan positif sesuai namanya. Kami berharap sekolah ini terus berinovasi, termasuk dalam penerapan pembelajaran berbasis digital dan penguatan karakter peserta didik,” ujar Benediktus.

Acara penamatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada peserta didik, pentas seni kreativitas anak, serta sesi foto bersama. Kelulusan ini menjadi awal perjalanan baru bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal karakter, pengetahuan, dan semangat belajar yang telah ditanamkan sejak dini. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#TK Transformasi #Yayasan Transformasi #pendidikan anak usia dini #Kutai Barat