SENDAWAR – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kutai Barat menggelar Lomba Tari Gantar Kreasi Tingkat Sekolah Dasar di Panggung Taman Budaya Sendawar (TBS), Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata kepolisian dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Dayak di wilayah Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, Hadir pula dalam agenda ini unsur Forkopimda, tokoh adat, pejabat utama Polres Kutai Barat, Bhayangkari, tim juri dari Dinas Pariwisata, serta para guru dan orang tua pendamping.
Dalam sambutannya, Kompol Subari menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan wadah untuk menanamkan rasa cinta budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.
"Harapannya, ruang kreatif ini dapat membentuk karakter anak-anak yang percaya diri sekaligus bangga akan identitas daerahnya, " ujarnya.
Kemeriahan lomba diawali dengan penampilan tari pembuka dari personel Sat Polairud Polres Kutai Barat, Aiptu Merang Lahang. Setelah itu, sebanyak enam tim dari perwakilan sekolah dasar dan sanggar seni tampil bergantian menunjukkan kreativitas terbaiknya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, SDN 004 Melak sukses keluar sebagai Juara I, disusul SDN 001 Barong Tongkok di posisi kedua, dan Sanggar Seni Sempekat Peluatn sebagai Juara III.
Sementara untuk kategori harapan, Juara Harapan I diraih oleh SDN 002 Barong Tongkok, Juara Harapan II oleh Sanggar Seni Sempekat Bangkit, dan Juara Harapan III diraih oleh SDN 002 Siluq Ngurai.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang dijadwalkan menerima hadiah dan piagam penghargaan langsung pada malam Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang akan digelar 1 Juli 2026 mendatang di Alun-Alun Itho. Selain trofi, Polres Kutai Barat juga membagikan buku bacaan kepada seluruh peserta sebagai stimulan untuk meningkatkan minat baca dan literasi generasi muda. (*)
Editor : Ismet Rifani