SENDAWAR — Untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kelestarian ekologi, Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat menggelar aksi kemah pemuda yang berpusat di kawasan Bumi Perkemahan Batuq Bura Lakan Bilem Kecamatan Nyuatan.
Kegiatan bertajuk Camping Karang Taruna Bilem ini diikuti oleh puluhan kader pemuda dengan mengusung tema besar pemeliharaan lingkungan hidup dan penguatan solidaritas.
Rangkaian acara dimulai sejak Jumat (3/7/2026) pagi dengan titik kumpul para peserta di Tugu Linggang Bigung. Setelah merampungkan proses registrasi, pengecekan perlengkapan, dan pengarahan singkat, rombongan bertolak bersama-sama menuju lokasi perkemahan di Bilem. Sesampainya di lokasi, para peserta langsung bergotong-royong mendirikan tenda dan menata area perkemahan.
Salah satu agenda penting pada hari pertama perkemahan adalah aksi lingkungan berupa pelepasan bibit ikan di perairan setempat. Langkah ini diambil sebagai simbol kontribusi nyata pemuda dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan pedalaman di Kutai Barat. Selain itu, malam keakraban diisi dengan sesi diskusi publik serta sosialisasi khusus dari Direktur PT Sendawar Trust selaku produsen Air Mineral SII yang membedah materi mengenai peran strategis sektor swasta dan pemuda dalam pembangunan daerah.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat, Tobi Rikardo menegaskan bahwa esensi dari pelaksanaan camping ini melampaui sekadar rekreasi atau berkumpul biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah kaderisasi yang memadukan unsur kepemimpinan, kebersamaan, dan aksi nyata bagi ruang hidup masyarakat.
"Tujuan utama dari camping ini adalah membangun kembali fondasi solidaritas dan kebersamaan di kalangan pemuda Kutai Barat. Kita ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya kreatif berkarya, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis yang tinggi. Melalui tema 'Jaga Alam, Alam Jaga Kita', kami ingin menanamkan prinsip bahwa pemuda harus menjadi garda terdepan dalam merawat lingkungan sekitarnya, bukan justru menjadi penonton di tengah perubahan zaman," ujarnya. Kamis (2/7/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan lokasi wisata Buper Batuq Bura Lakan Bilem bertujuan untuk mengugah kepedulian pemuda terhadap potensi wisata lokal.
Diharapkan setelah kegiatan ini, para kader Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak kampanye sadar wisata dan kebersihan di lingkungan masing-masing.
Tobi menambahkan, memasuki hari kedua, dinamika perkemahan dilanjutkan dengan olahraga pagi bersama yang dilanjutkan dengan agenda inti berupa sosialisasi pengelolaan sampah, dengan Pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup Kutai Barat.
Dalam sosialisasi menekankan pentingnya menjaga higienitas dan kebersihan di destinasi wisata agar daya tarik daerah tetap terjaga secara berkelanjutan.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh peserta turun langsung dalam "Aksi Bersih Wisata" untuk memungut dan memilah sampah di sekitar lokasi perkemahan sebelum melakukan pembongkaran tenda dan bertolak kembali pulang ke rumah masing- masing. (*)
Editor : Ismet Rifani