SENDAWAR — Jagat maya sempat dihebohkan oleh kabar miring yang menyebut rombongan Ustadz Abdul Somad (UAS) dihadang dan dilarang berceramah saat tiba di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Namun, narasi liar tersebut segera diluruskan oleh tokoh masyarakat Kutai Barat.
Faktanya, UAS tiba dengan aman, sementara insiden kecil yang terjadi di Bandara Melalan, sama sekali tidak menyasar sang ulama.
Ketua Umum Ormas Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kutai Barat, Alsiyus, menegaskan bahwa masyarakat Kutai Barat secara luas tidak pernah menolak kehadiran UAS. Insiden yang terjadi di Bandara Melalan, Sendawar, pada Jumat (3/7) lalu, murni merupakan aksi spontan segelintir orang terhadap kendaraan tim penjemput, bukan kepada UAS.
Sejak menginjakkan kaki di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, UAS langsung mendapatkan pengawalan ketat dari Kapolres Kutai Barat dan Dandim 0912/Kubar, serta aparat keamanan gabungan. Rombongan inti bergerak lancar menuju tempat tempat acara tanpa ada hambatan berarti.
"Pak Ustaz Abdul Somad dijemput dan dikawal langsung oleh Kapolres dan Dandim. Beliau sampai ke tempat menginap dalam keadaan baik - baik saja. Yang diadang bukan mobil yang ditumpangi Pak UAS, melainkan beberapa kendaraan tim penjemput, termasuk kendaraan saya," ujar Alsiyus saat memberikan keterangan pers di Kompleks Business Center Barong Tongkok, Senin (6/7/2026).
Alsiyus tak menampik bahwa mobil yang dikendarainya sempat menjadi sasaran aksi massa hingga kaca spionnya mobilnya dirusak. Ketegangan sempat mencuat ketika sekelompok orang mendesak untuk bertemu langsung dengan UAS. Namun, demi alasan keselamatan dan kelancaran agenda, panitia bersama aparat keamanan sepakat untuk membatasi akses tersebut.
Kabupaten Kutai Barat selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Penyambutan UAS di bandara bahkan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Presidium Dewan Adat Kutai Barat, tokoh lintas agama, serta tokoh masyarakat.
Sejumlah organisasi besar di Kutai Barat sebelumnya juga telah menyatakan dukungan penuh atas terselenggaranya acara ini, di antaranya,
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAG), Presidium Dewan Adat (PDA), Taruna Gharda Mandiri (TGM).
"Saya tegaskan sekali lagi, Kutai Barat tidak pernah menolak kedatangan UAS. Yang keberatan hanya segelintir orang dan itu sama sekali tidak mewakili sikap masyarakat Kutai Barat secara keseluruhan," tambah Alsiyus.
Meski sempat melaporkan insiden perusakan kendaraannya ke Polres Kutai Barat, Alsiyus memilih mengambil langkah bijak dengan mencabut laporan tersebut. Ia mengedepankan dialog dan semangat saling memaafkan demi menjaga marwah dan kedamaian daerah.
"Saya sudah memaafkan mereka dan laporan sudah saya cabut. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga persaudaraan dan kondusivitas di Kutai Barat," pungkasnya.
Kunjungan UAS ke Kutai Barat sendiri berjalan sukses dan membawa berkah tersendiri bagi warga. Kedatangan UAS adalah dalam rangka memperingati Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning—yang turut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar—serta mengisi Tabligh Akbar di Masjid Al Muttaqin Islamic Center Melak. Ribuan jemaah memadati lokasi acara dengan khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dengan aman dan lancar. (*)
Editor : Ismet Rifani