KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Upaya penguatan pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kabupaten Kutai Barat mendapat angin segar. SMK 1 Linggang Bigung secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Barat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Acara itu berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Diskominfo Kutai Barat, Rabu (8/7/2026). Penandatanganan ini dilakukan Kepala SMK 1 Linggang Bigung, Luspia Simarmata bersama Kepala Diskominfo Kutai Barat, Yuli Permata Mora.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi peserta didik, serta memperluas literasi digital yang selaras dengan derasnya arus transformasi digital saat ini.
Baca Juga: Fraksi Gerindra Tagih Strategi Nyata Berantas Kebocoran Pajak dan Parkir di Balikpapan
Kepala SMK 1 Linggang Bigung, Luspia Simarmata menyampaikan bahwa kemitraan dengan Diskominfo merupakan langkah taktis untuk membuka ruang belajar yang lebih luas bagi para siswa, khususnya di bidang TIK.
"Melalui kerja sama ini, kami berharap siswa dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas terkait perkembangan teknologi digital, sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka di masa depan," ujar Luspia.
Baca Juga: Turun ke Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026, PB Hevindo Bidik Tiga Emas
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kutai Barat, Yuli Permata Mora menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung sektor pendidikan. Diskominfo berkomitmen menghadirkan berbagai program stimulan guna mendorong literasi digital serta melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Agar sinergi ini memberikan dampak konkret, kedua instansi telah merancang sejumlah program kerja sama yang akan diimplementasikan ke depan, meliputi, Edukasi dan Literasi Digital mmbangun pemahaman teknologi yang sehat dan produktif di lingkungan sekolah.
Pelatihan dan Pendampingan, program aplikatif untuk mengasah keterampilan teknis siswa. Dan Pertukaran Pengetahuan, ruang berbagi inovasi antara praktisi pemerintahan dan dunia pendidikan.
Serta Pengembangan Kompetensi, peningkatan kapasitas secara berkala bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Melalui integrasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah ini, Kutai Barat bersiap mencetak generasi muda yang cakap digital, tanggap teknologi, serta siap berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah di era modern. (*)
Editor : Sukri Sikki