Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dorong Pembangunan Inklusif, DP2KBP2PA Kutai Barat Perkuat Peran Perempuan

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 9 Juli 2026 | 12:25 WIB
Sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi. (IST)
Sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi. (IST)

 

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA), menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi.

Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Perkuat Tata Kelola Zakat Melalui Monev  

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Melak, Kamis (9/7/2026), ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan agar dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan daerah.

​Kegiatan ini menghadirkan pendiri OKUBA (Organisasi Kutai Barat), Masurung sebagai narasumber dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari kader keluarga, kader Keluarga Berencana (KB), serta kader Posyandu yang berasal dari berbagai kampung di wilayah Kecamatan Melak.

Baca Juga: Tak Perlu Datang ke Perpustakaan, Warga Kutim Kini Bisa Akses 9.000 Buku Lewat Smartphone

​Plt Kepala DP2KBP2PA Kabupaten Kutai Barat, Seriwahyuni, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis. Menurutnya, perempuan bukan sekadar pendidik pertama di dalam rumah tangga, melainkan juga penggerak sosial dan pelaku ekonomi yang menjadi fondasi kesejahteraan keluarga.

​"Ketika perempuan berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, maka kebutuhan anak, keluarga, lansia, maupun kelompok rentan lainnya akan lebih mudah menjadi perhatian dalam setiap kebijakan dan program pembangunan," ujar Seriwahyuni.

Baca Juga: Abrasi Gerus Pantai Sekerat, Pemerintah Belum Juga Membangun Pemecah Ombak

​Lebih lanjut, Seriwahyuni menegaskan bahwa peningkatan partisipasi perempuan di berbagai sektor akan bermuara pada pembangunan yang lebih inklusif, responsif, dan berkeadilan. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan ruang diskusi ini untuk memperluas wawasan yang nantinya dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan masing-masing.

​"Saya berharap setelah kegiatan ini selesai, ilmu yang diperoleh tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat disampaikan kembali kepada keluarga, organisasi perempuan, kader, RT/RW, BPK, maupun masyarakat di kampung masing-masing," tambahnya.

​"Ketika perempuan berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, maka kebutuhan anak, keluarga, lansia, maupun kelompok rentan lainnya akan lebih mudah menjadi perhatian," ucap Seriwahyuni.

Baca Juga: Antisipasi Gelombang Tinggi di Kuartal Ketiga, Penumpang Speedboat Wajib Pakai Life Jacket

Sementara itu, mewakili Camat Melak, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Melak, Restim Muladi, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kapasitas perempuan agar mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan di tingkat kampung hingga kecamatan.

​"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat terus berlanjut dengan melibatkan peserta yang lebih banyak, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat," tutur Restim.

​Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat optimistis bahwa keterlibatan aktif perempuan di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi akan menjadikan mereka mitra pembangunan yang krusial. Hal ini menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Kutai Barat yang inklusif, berdaya saing, dan sejahtera. (*)

Editor : Sukri Sikki
#politik #perlindungan anak #Sosialisasi Anti Judi #perempuan #Kutai Barat