KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Tongkat komando Polres Kutai Barat kini berada di tangan AKBP Haris Kurniawan. Bagi masyarakat, namanya mungkin masih terdengar baru. Namun, di lingkungan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, sosok perwira menengah ini bukan orang asing.
Sejumlah kasus besar yang menyita perhatian publik, mulai penyelewengan Minyakita hingga penyalahgunaan BBM subsidi, pernah berada di bawah penanganannya.
Baca Juga: BBPJN Pasang Box Culvert di Ruas Sp Blusuh–Batas Kalteng, Perkuat Drainase dan Ketahanan Jalan
AKBP Haris resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Kutai Barat dengan membawa pengalaman panjang di bidang reserse dan penegakan hukum. Sebelum dipercaya memimpin Polres Kutai Barat, dia menjabat sebagai Kasubdit I Industri dan Perdagangan (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim.
Di posisi tersebut, Haris dikenal menangani berbagai perkara yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan ialah pengungkapan praktik pengurangan isi kemasan minyak goreng subsidi Minyakita yang dilakukan PT JASM. Dalam kasus itu, isi kemasan diketahui berkurang sekitar 25 hingga 50 mililiter dari takaran yang seharusnya.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus Kejagung
Tak hanya itu, ia juga terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus penyalahgunaan BBM subsidi. Mulai dari penyelewengan distribusi Pertalite di Kutai Kartanegara hingga penyelundupan BBM ilegal di Kabupaten Paser yang merugikan negara.
Pengalaman Haris tak hanya ditempa di Kalimantan Timur. Sebelumnya, ia pernah bertugas di wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi, yakni sebagai Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat. Dia juga dipercaya menduduki jabatan Kasubdit di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Pengalaman menangani beragam perkara, mulai kriminal umum hingga tindak pidana khusus, menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya sebagai perwira Polri.
Baca Juga: Norwegia vs Inggris, Tak Ada Ruang untuk Romansa Erling Haaland dan Jude Bellingham
Di Polda Kaltim, Haris juga dipercaya memimpin Satgas Daerah dalam operasi stabilitas pangan nasional. Melalui tugas tersebut, ia mengawasi rantai distribusi bahan pokok sekaligus menindak praktik penimbunan beras dan komoditas penting lainnya yang berpotensi merugikan masyarakat.
Kini, tantangan baru menantinya di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, dia juga diharapkan mampu memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dengan rekam jejak yang dimiliki, harapan masyarakat Kutai Barat pun mengiringi langkah AKBP Haris Kurniawan. Pengalaman membongkar berbagai praktik yang merugikan masyarakat menjadi bekal berharga untuk menghadirkan rasa aman, kepastian hukum, dan pelayanan kepolisian yang semakin profesional di wilayah hukumnya. (*)
Editor : Dwi Restu A