Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wagub Kaltim Soroti Peran Strategis FKUB, Kerukunan Jadi Modal Besar Menyongsong IKN

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:03 WIB
Pembukaan Rakorda FKUB se-Kaltim di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pembukaan Rakorda FKUB se-Kaltim di Kabupaten Penajam Paser Utara.

 
KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dinilai menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman Kalimantan Timur. Keberadaan forum tersebut juga menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan Ibu Kota Nusantara (IKN) menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat menghadiri Welcome Dinner Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) FKUB se-Kaltim Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Graha Pemuda Pangeran Singa Negara, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (15/7/2026) malam.

Baca Juga: Di Balik Potensi Ratusan Miliar, Rumput Laut PPU Dihantui Abrasi dan Ketergantungan pada Tengkulak

Rakorda yang mengusung tema “Perkuat Sinergi dalam Merawat Kerukunan dan Keberlangsungan IKN Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan untuk memperkokoh harmoni kehidupan beragama di Benua Etam.

Menurut Seno Aji, Rakorda bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Forum tersebut merupakan ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar-FKUB di tingkat kabupaten dan kota.

“FKUB memiliki peran vital dalam mencegah potensi perpecahan sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kaltim. Keberagaman yang kita miliki adalah kekuatan yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Seno Aji.

Dalam arahannya, Seno Aji juga mengapresiasi efektivitas peran FKUB selama ini. Ia mencontohkan keberhasilan FKUB Kutai Barat yang bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah saat mengawal kunjungan Ustaz Abdul Somad. Komunikasi yang terjalin dengan baik dinilai mampu menjaga kondusivitas daerah.

Menyoroti pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Seno Aji menyampaikan bahwa pembangunan fisik IKN harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritual dan kehidupan beragama. Menurutnya, hal itu penting untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman, Seno Aji menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan rumah ibadah bagi seluruh pemeluk agama.

“Jangan sampai ada satu agama pun yang merasa dikesampingkan. Semua harus mendapatkan perhatian yang sama sebagai bentuk keadilan,” tegasnya.

Baca Juga: 6 Sinyal Anak Cemas saat Memulai Sekolah yang Tak Boleh Diabaikan, Orangtua Wajib Peka

Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, motivasi dari pemerintah provinsi menjadi pelecut bagi daerah untuk terus memperkuat sinergi.

“Beliau mengapresiasi kemampuan FKUB di Kaltim dalam menghadirkan kesejukan di daerah masing-masing. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi,” tutur Nanang.

Nanang berharap, setelah Rakorda ini, semangat toleransi yang telah terjalin semakin kuat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang, khususnya di Kabupaten Kutai Barat, demi menjaga kedamaian di tengah keberagaman yang terus berkembang. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Kerukunan umat beragama FKUB Kaltim Rakorda FKUB 2026 IKN seno aji