Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab Kutai Barat dan YPA-MDR Perkuat Mutu Pendidikan, Resmi Lepas Guru Muda Garda Depan Angkatan VII

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:54 WIB
Sekkab Kutai Barat, Erik Victory (lima kanan) menyambut Pengurus YPA-MDR, Wedijanto Widarso. (IST)
Sekkab Kutai Barat, Erik Victory (lima kanan) menyambut Pengurus YPA-MDR, Wedijanto Widarso. (IST)

 

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR), Pemerintah Kabupaten Kutai Barat secara resmi melangsungkan serah terima penugasan Guru Muda Garda Depan (GMGD) Angkatan VII sekaligus pelantikan Guru Pengubah.

​Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diklat pada Kamis (16/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kutai Barat, Erick Victory, yang mewakili Bupati Kutai Barat. Turut hadir Sekretaris Pengurus YPA-MDR, Wedijanto Widarso, beserta jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga pendidik setempat.

Baca Juga: Pemisahan Pemilu 2029 Pascaputusan MK 135, Pemkab Kutim Wanti-Wanti Celah Regulasi Jabatan DPRD  

​Dalam sambutannya, Sekkab Kubar Erick Victory menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi YPA-MDR melalui Program Semangat Indonesia Cerdas yang dinilai berdampak nyata bagi daerah.

​"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada seluruh Guru Muda Garda Depan Angkatan VII. Kehadiran para guru muda ini menjadi harapan baru dalam mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah pedalaman di Kutai Barat," ungkap Erick.

​Lebih lanjut, Sekkab Kutai Barat menaruh harapan besar kepada para Guru Pengubah yang baru saja dilantik. Menurutnya, mereka adalah motor penggerak perubahan yang diharapkan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berpusat pada murid serta menginspirasi rekan sejawat.

​Pemerintah daerah juga berkomitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program ini dengan meminta seluruh elemen, mulai dari Dinas Pendidikan, camat, hingga petinggi dan kepala sekolah, untuk memberikan pendampingan penuh kepada para guru selama masa pengabdian mereka.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Berau Hari Ini, BMKG Catat Ada 3 Kali Gempa Susulan

​​Sementara itu, Sekretaris Pengurus YPA-MDR, Wedijanto Widarso menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi kemitraan ini.

​"Tahun 2026 merupakan tahun terakhir penugasan Guru Muda Garda Depan di Kabupaten Kutai Barat, sesuai dengan siklus pendampingan yang telah dirancang yayasan," jelas Wedijanto.

​Ia memaparkan bahwa Program Semangat Indonesia Cerdas dirancang secara holistik, mencakup penguatan kompetensi akademik, pembangunan karakter, kecakapan hidup, hingga seni budaya.

Adapun peran strategis dari GMGD Angkatan VII dan Guru Pengubah meliputi, Pendamping Sekolah, menjadi mitra strategis di sekolah binaan.Dan Penggerak Inovasi, mendorong metode pembelajaran yang lebih dinamis dan kreatif. Lalu sebagai

​Fasilitator Teknologi, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pendidikan di lingkungan sekolah. Serta Penghubung Program, menjadi jembatan antara program pembinaan YPA-MDR dengan kebutuhan riil di lapangan.

​Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi terciptanya generasi muda Kutai Barat yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan, meskipun siklus penugasan guru muda akan segera berakhir. (*)

Editor : Sukri Sikki
Pemkab Kutai Barat guru muda pendidikan