Tiga Putra-Putri Terbaik Resmi Jadi Duta Wisata Kutai Barat 2026, Siap Promosikan Sendawar ke Dunia

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:04 WIB
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin (kiri) didampingi Ketua Sanggar Seni Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Duta Wisata dan Putri Pariwisata Sendawar 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, Selasa (28/7).
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin (kiri) didampingi Ketua Sanggar Seni Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Duta Wisata dan Putri Pariwisata Sendawar 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, Selasa (28/7).

 
KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Panggung Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, Selasa (28/7), menjadi saksi lahirnya wajah baru promosi pariwisata Kutai Barat. Setelah melalui proses seleksi ketat, karantina, hingga malam grand final, tiga generasi muda terbaik resmi dinobatkan sebagai Duta Wisata dan Putri Pariwisata Sendawar 2026.

Gelar Putra Duta Wisata 2026 diraih Zehezli Moses dari Kecamatan Long Iram. Sementara itu, Agitha Queena Artha dari Kecamatan Sekolaq Darat terpilih sebagai Putri Duta Wisata, dan Tesalonika Trivosa L dari Kecamatan Melak dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Sendawar 2026. Ketiganya berhasil menyisihkan puluhan peserta dari tujuh kecamatan, yakni Barong Tongkok, Melak, Long Iram, Linggang Bigung, Sekolaq Darat, Muara Lawa, dan Siluq Ngurai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, menjelaskan bahwa ajang tersebut menjadi wadah strategis untuk menjaring generasi muda yang memiliki kapasitas, pengetahuan, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Sebelum tampil di malam puncak, para finalis mengikuti berbagai kegiatan sejak 22 Juli, mulai dari outbound training, karantina, pembekalan materi, unjuk bakat, pelatihan public speaking, hingga beauty class.

Baca Juga: Lewat Gagasan Cegah Cyber Grooming, Pelajar SMA 10 Menangi DPSH Samarinda 2026

Menanggapi terpilihnya para duta baru tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa gelar dan selempang yang disandang bukan sekadar simbol seremonial. Para pemenang diharapkan menjadi motor penggerak promosi pariwisata daerah.

“Duta dituntut untuk tidak hanya menjadi simbol seremonial, melainkan harus mampu menjadi ikon, komunikator, dan pemasar kreatif yang mampu memperkenalkan eksotisme Kutai Barat ke kancah nasional hingga internasional,” ujar Edwin.

Ia menambahkan, kekayaan alam, tradisi adat, serta produk ekonomi kreatif di Kutai Barat merupakan modal besar yang harus dikelola secara inovatif.

Karena itu, para duta didorong memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi. Pembuatan konten positif tentang destinasi wisata lokal dinilai penting agar semakin dikenal masyarakat luas.

Di akhir pesannya, Frederick Edwin juga mengapresiasi seluruh finalis yang telah berjuang hingga babak akhir. Menurutnya, meski tidak seluruh peserta meraih gelar utama, keberanian dan dedikasi yang ditunjukkan selama masa karantina merupakan wujud nyata kecintaan terhadap Kutai Barat.

Baca Juga: 7 Ide Usaha untuk Pensiunan, Tetap Produktif dan Cuan di Masa Tua

Dengan penobatan tersebut, babak baru promosi pariwisata Kutai Barat resmi dimulai. Ketiga generasi muda ini kini mengemban tanggung jawab untuk membawa pesona Sendawar dan Kutai Barat semakin dikenal di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Pariwisata Kutai Barat Duta Wisata Kutai Barat 2026 Putri Pariwisata Sendawar Frederick Edwin sendawar