KALTIMPOST.ID-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kaltim memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan ke Kesbangpol dan FKDM Kutai Barat (Kubar), Senin (10/8).
Pertemuan difokuskan pada optimalisasi peran FKDM di tingkat kabupaten dalam mendeteksi dan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial di masyarakat.
Fauzan dari Bidang Kewaspadaan Nasional (Wasnas) Kesbangpol Kaltim mengatakan, koordinasi diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah sekaligus memastikan fungsi FKDM berjalan optimal. “Tujuan pertemuan ini guna mendorong optimalisasi peran FKDM di Kubar,” ujarnya.
Baca Juga: Perwali Jam Edar Bakal Diterbitkan, "Raksasa Jalanan" yang Melanggar Diancam Denda Rp 5 Juta
Selain membahas penguatan koordinasi, Kesbangpol Kaltim menyampaikan undangan kepada Kesbangpol dan FKDM Kubar untuk menghadiri Rapat Koordinasi FKDM se-Kaltim. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Balikpapan pada September mendatang.
Wakil Ketua FKDM Kaltim A Jubaidin turut memberikan sejumlah masukan mengenai langkah yang dapat dilakukan FKDM Kubar.
Salah satunya memperkuat komunikasi dengan unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Kabid Wasnas Kesbangpol Kubar Drais Samuel mengapresiasi kunjungan dan masukan dari Kesbangpol serta FKDM Kaltim.
Menurutnya, koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan dini di daerah.
Ke depan, Pemkab Kubar juga berencana memperluas keberadaan FKDM hingga tingkat kecamatan.
Baca Juga: Hasil Investigasi Keracunan MBG Bontang, Bakteri Patogen Ditemukan pada Ayam Serundeng dan Gulai
Langkah tersebut diharapkan membuat sistem deteksi dini semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau potensi persoalan sejak tingkat lokal.
“FKDM Kubar sendiri memiliki agenda besar ke depan untuk membentuk FKDM di tingkat kecamatan,” kata Drais.
Pembentukan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan jaringan kewaspadaan dini agar komunikasi dan informasi mengenai potensi kerawanan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. (rd)
Editor : Romdani.