Pemkab Kutai Barat Genjot Tata Kelola Pemerintahan Digital Lewat Bimtek SRIKANDI

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:53 WIB
TINGKATKAN: Bimbingan teknis SRIKANDI yang dilaksanakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kubar merupakan upaya meningkatkan tata kelola digital.
TINGKATKAN: Bimbingan teknis SRIKANDI yang dilaksanakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kubar merupakan upaya meningkatkan tata kelola digital.

 

​KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mempercepat penerapan tata kelola pemerintahan berbasis digital terus digencarkan. Langkah nyata tersebut ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi SRIKANDI dan Peraturan Perundang-undangan tentang Kearsipan di Ruang Aula Kantor BKAD Kutai Barat, Rabu (26/8).

​Kegiatan strategis itu dibuka secara resmi Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Barat, Erik Victory, serta diikuti 119 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kutai Barat. Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arsipus) Kutai Barat Yosef Stevenson, Kepala Dinas Lingkungan Hidup R L Bandarsyah, serta narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca Juga: Honda NS150GX 2027 Resmi Hadir, Bukan Cuma Gagah: Ada Dashcam, TPMS dan TFT 7 Inci

​Dalam arahannya, Erik Victory memberikan apresiasi kepada Dinas Arsipus atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia menekankan pentingnya kemampuan aparatur dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). 

Menurutnya, implementasi Aplikasi SRIKANDI atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan administrasi pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.

​Melalui aplikasi tersebut, proses administrasi dan surat-menyurat antar-instansi kini dapat dilakukan secara cepat, transparan, aman, dan terintegrasi secara nasional. "Penerapan SRIKANDI di lingkungan Pemkab Kutai Barat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak dalam mendukung transformasi tata kelola pemerintahan di era digital," tegasnya. 

Baca Juga: KONI Kaltim Bahas Kesiapan Porprov Paser, Usul Pelaksanaan Porprov Dua Tahun Sekali

Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk mulai meninggalkan pola administrasi dan kearsipan konvensional yang dinilai kurang efektif, kemudian beralih menuju sistem pengelolaan arsip berbasis teknologi.

​Selain itu, Erik juga meminta para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian bimtek dengan serius agar pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik di masing-masing perangkat daerah. 

Menurutnya, keberhasilan implementasi sistem ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi semata, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia sebagai pengguna utamanya.

Baca Juga: Mantan Dirut PT Laut Bontang Bersinar Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

​Sementara itu, Kepala Dinas Arsipus Yosef Stevenson menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan seluruh peserta yang telah hadir. Berdasarkan laporan daftar hadir, jumlah peserta tercatat sebanyak 119 orang. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan sungguh-sungguh demi memperkuat tata kelola arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. 

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah optimis semakin siap mewujudkan tertib administrasi yang efektif, aman, dan terintegrasi. (*)

Editor : Dwi Restu A
Pemerintahan Digital Pemkab Kubar srikandi bimtek