SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih melanda wilayah tersebut. Langkah itu dibahas bersama Tim Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam audiensi di Ruang Rapat Diklat Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyinkronkan penanganan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus menindaklanjuti hasil peninjauan tim Kemenkes di lapangan.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengapresiasi perhatian dan dukungan Kemenkes RI terhadap kondisi di daerahnya. Ia mengatakan Pemkab Kutai Barat bersama Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menetapkan status siaga darurat, membagikan masker, memberikan edukasi kepada masyarakat hingga mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS 2026, Perubahan APBD Kubar Masuk Tahap Pembahasan
“Kami sangat mengharapkan bimbingan, rekomendasi teknis, serta dukungan stimulan dari Kementerian Kesehatan RI bersama tim dari provinsi. Dukungan ini sangat kami butuhkan untuk memperkuat kesiapsiagaan logistik obat-obatan, oksigen konsentrator, hingga penguatan kapasitas SDM tenaga kesehatan kami dalam manajemen krisis kesehatan akibat bencana udara,” ujar Frederick.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menghasilkan langkah konkret untuk melindungi masyarakat selama kabut asap masih berlangsung.
Sementara itu, Ketua Tim Kemenkes RI drg. Esther Raflesya Bellsayda mengatakan tim telah melakukan peninjauan langsung di sejumlah lokasi terdampak. Kegiatan tersebut antara lain mencakup pengukuran kualitas udara di dalam maupun luar rumah warga serta pembagian masker kepada masyarakat.
Dari peninjauan tersebut, Kemenkes menemukan pemahaman masyarakat mengenai risiko jangka panjang paparan kabut asap masih perlu diperkuat. Karena itu, edukasi dinilai perlu terus dilakukan, terutama kepada kelompok rentan.
Esther juga mengimbau masyarakat tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Barnabas menambahkan, kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif membutuhkan kewaspadaan dan koordinasi berkelanjutan dari seluruh pihak.
Audiensi tersebut turut melibatkan lintas sektor, mulai dari Tim Reaksi Cepat Kesehatan Penanggulangan Tanggap Darurat Karhutla Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda, BKK Balikpapan, BPBD, Diskominfo, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Polres Kutai Barat, Kodim 0912/Kutai Barat hingga perwakilan perusahaan swasta.
Konsolidasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk memastikan kesiapsiagaan kesehatan tetap berjalan, mulai dari pencegahan dan edukasi publik hingga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Editor : Muhammad Ridhuan