Dinas Ketahanan Pangan Kubar Latih Warga Olah Ubi Ungu Jadi Produk Bernilai Jual

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:28 WIB
INOVASI: Pelatihan pengolahan ubi ungu oleh Dinas Ketapang Kubar. IST/KP
INOVASI: Pelatihan pengolahan ubi ungu oleh Dinas Ketapang Kubar. IST/KP

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat melalui Seksi Penganekaragaman Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan menggelar Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal di Kantor TP PKK Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan, Selasa (15/9/2026).

​Kegiatan yang diikuti 35 peserta dari unsur TP PKK dan masyarakat lokal ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan bahan pangan daerah menjadi produk Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

​Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempraktikkan langsung pengolahan ubi ungu menjadi beberapa produk pangan, seperti mi ubi ungu, stik ubi ungu, dan puding busa ubi ungu.

Baca Juga: Asap Pekat Terperangkap, Udara Samarinda Masuk Kategori Tidak Sehat

​Petinggi Kampung Temula, Hendra Nomansyah, mengapresiasi langkah pemerintah daerah tersebut. Ia menyebut materi pelatihan sangat sesuai dengan potensi pertanian komoditas ubi ungu di wilayahnya.

​"Ubi ungu tidak hanya bisa dijual dalam bentuk hasil pertanian secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan jadi yang memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan kepada masyarakat," ujar Hendra.

​Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat, Rachel Pakkung, menyampaikan bahwa pelatihan ini berlandaskan UU No. 18/2012 tentang Pangan, PP No. 17/2015, dan Perpres No. 83/2006.

Baca Juga: Pengepul Pertalite dan Biosolar di Kukar dan Kutim Dibongkar, Ribuan Liter BBM Bersubsidi Diamankan

​Rachel menerangkan, pengolahan pangan berbasis umbi-umbian, jagung, pisang, dan labu kuning berpotensi menjadi alternatif pangan pokok maupun substitusi tepung terigu.

​"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kelompok atau pelaku usaha dalam mengolah pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," pungkas Rachel.

​Melalui penerapan teknologi tepat guna, pemerintah daerah berharap mutu serta daya simpan produk lokal meningkat, sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras dan terigu. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
ubi ungu Kutai Barat pelatihan pangan lokal Kubar pangan lokal Kutai Barat ubi ungu bernilai jual Dinas Ketahanan Pangan Kubar