KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat melalui Seksi Penganekaragaman Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan menggelar Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal di Kantor TP PKK Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang diikuti 35 peserta dari unsur TP PKK dan masyarakat lokal ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan bahan pangan daerah menjadi produk Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempraktikkan langsung pengolahan ubi ungu menjadi beberapa produk pangan, seperti mi ubi ungu, stik ubi ungu, dan puding busa ubi ungu.
Baca Juga: Asap Pekat Terperangkap, Udara Samarinda Masuk Kategori Tidak Sehat
Petinggi Kampung Temula, Hendra Nomansyah, mengapresiasi langkah pemerintah daerah tersebut. Ia menyebut materi pelatihan sangat sesuai dengan potensi pertanian komoditas ubi ungu di wilayahnya.
"Ubi ungu tidak hanya bisa dijual dalam bentuk hasil pertanian secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan jadi yang memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan kepada masyarakat," ujar Hendra.
Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat, Rachel Pakkung, menyampaikan bahwa pelatihan ini berlandaskan UU No. 18/2012 tentang Pangan, PP No. 17/2015, dan Perpres No. 83/2006.
Baca Juga: Pengepul Pertalite dan Biosolar di Kukar dan Kutim Dibongkar, Ribuan Liter BBM Bersubsidi Diamankan
Rachel menerangkan, pengolahan pangan berbasis umbi-umbian, jagung, pisang, dan labu kuning berpotensi menjadi alternatif pangan pokok maupun substitusi tepung terigu.
"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kelompok atau pelaku usaha dalam mengolah pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," pungkas Rachel.
Melalui penerapan teknologi tepat guna, pemerintah daerah berharap mutu serta daya simpan produk lokal meningkat, sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras dan terigu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo