SENDAWAR – Kabut asap kembali mengganggu layanan transportasi udara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Aktivitas penerbangan di Bandara Melalan terhenti total selama dua hari terakhir akibat jarak pandang yang menurun.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Melalan Bernard Repelita Purba mengatakan, seluruh jadwal penerbangan dibatalkan demi keselamatan penerbangan.
“Sudah dua hari terakhir tidak ada penerbangan,” ujar Bernard, Rabu (16/9/2026).
Gangguan tersebut tidak hanya berdampak pada penerbangan komersial rute Melak–Balikpapan pulang-pergi (PP), tetapi juga penerbangan perintis yang menghubungkan wilayah pedalaman.
Salah satunya rute menuju Datah Dawai di Kabupaten Mahakam Ulu yang dilayani Smart Aviation melalui Bandara Melalan. Maskapai tersebut bahkan telah menyampaikan pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara penerbangan.
“Untuk Smart Aviation sudah bersurat, empat hari ke depan tidak ada penerbangan,” jelasnya.
Baca Juga: Dinas Ketahanan Pangan Kubar Latih Warga Olah Ubi Ungu Jadi Produk Bernilai Jual
Sementara itu, penerbangan komersial Wings Air masih dalam posisi siaga. Pengoperasian armada akan menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara.
“Sementara untuk maskapai Wings Air standby saja, menyesuaikan dengan kondisi cuaca,” kata Bernard.
Terhentinya penerbangan tersebut membuat akses transportasi udara masyarakat Kubar dan wilayah pedalaman di sekitarnya ikut terdampak. Terlebih, penerbangan perintis menjadi salah satu moda penghubung bagi masyarakat di kawasan yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Masyarakat yang memiliki rencana perjalanan melalui Bandara Melalan diimbau memantau perkembangan cuaca serta informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara sebelum menuju lokasi.
Editor : Muhammad Ridhuan