Paket Wisata Budaya Tanjung Isuy Kubar Diluncurkan, Ulap Doyo hingga Lamin Dayak Benuaq Jadi Andalan

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 20:29 WIB
Wisata Budaya Tanjung Isuy Kubar
Wisata Budaya Tanjung Isuy Kubar

KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya dengan meluncurkan Paket Wisata Budaya Tanjung Isuy.

Pengembangan destinasi tidak hanya diarahkan untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan adat dan tradisi lokal tetap terjaga di tengah pertumbuhan industri pariwisata.

Paket wisata tersebut resmi diluncurkan Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani di Lamin Adat Batu Bura, Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, Kamis (17/9).

Peluncuran turut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra serta Direktur Bina SDM, Lembaga dan Pranata Kebudayaan Syukur Asil Projo.

Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan, 143 Penumpang Tujuan Palangka Raya Tertahan di Balikpapan

Program hasil kerja sama Pemkab Kutai Barat dengan Kementerian Kebudayaan itu diharapkan memperkuat posisi Tanjung Isuy sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan.

Pada saat bersamaan, pengembangan wisata diarahkan tetap berpijak pada kelestarian adat dan tradisi masyarakat.

Nanang mengatakan Tanjung Isuy memiliki kekayaan budaya yang menjadi modal pengembangan pariwisata.

Mulai kerajinan tenun Ulap Doyo, seni tari, hingga Lamin Dayak Benuaq yang menjadi bagian dari identitas Kutai Barat.

“Peluncuran paket wisata ini sangat tepat sejalan dengan keberhasilan Kampung Tanjung Isuy meraih anugerah Desa Budaya dari Kementerian Kebudayaan dan Desa Wisata dari Pemprov Kaltim,” katanya.

Menurut Nanang, capaian tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pengelolaan destinasi.

Baca Juga: Kabut Asap, Bontang Stop MBG di Sekolah Mulai Besok, Kepala SPPG: Nanti jika Lama Kami Lapor Pusat

Kebersihan kawasan, pelayanan, kelestarian lingkungan, hingga keaslian budaya harus dipertahankan agar perkembangan wisata tidak menggerus nilai adat.

Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas.

Pemkab mendorong penerapan prinsip Sapta Pesona sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga dan meneruskan tradisi leluhur.

Pengembangan paket wisata juga diharapkan memberikan dampak ekonomi lebih luas. Perangkat daerah, agen perjalanan, dan pelaku industri kreatif didorong membangun promosi berkelanjutan sehingga kunjungan wisatawan dapat menggerakkan sektor kerajinan, kuliner, hingga jasa pariwisata.

Pemkab Kubar berharap sinergi dengan Kementerian Kebudayaan terus diperkuat, terutama dalam pembenahan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta standardisasi destinasi.

Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata Tanjung Isuy dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya masyarakat setempat. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim Pemkab Kubar penajam paser utara ibu kota nusantara Kutai Barat