KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Masyarakat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam beberapa waktu terakhir menghadapi pemadaman listrik bergilir yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dipicu kendala operasional pada Sistem Melak akibat pemeliharaan serta gangguan pada sejumlah unit pembangkit.
Sebagai langkah untuk mengatasi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) ULP Melak mempercepat penambahan kapasitas pembangkit sebesar 5 megawatt (MW). Penambahan ini ditujukan untuk memperkuat keandalan Sistem Melak sekaligus memulihkan dan menstabilkan pasokan listrik di Kubar.
Manajer PLN ULP Melak Agung Putra Raharjo mengatakan, proses penambahan kapasitas 5 MW saat ini terus digenjot melalui sejumlah tahapan di lapangan.
Baca Juga: Roda Pangan Bergerak, Lima Desa Rawan Pangan di Paser Dapat Pasokan
Tahapan tersebut meliputi persiapan mesin untuk memastikan unit pembangkit baru siap beroperasi secara optimal. Selain itu, PLN menyiapkan sarana evakuasi daya beserta infrastruktur pendukung untuk menyalurkan tambahan daya ke jaringan.
Kesiapan lokasi juga dilakukan dengan menata area penempatan mesin sesuai standar teknis dan keamanan. Selanjutnya, mobilisasi dan instalasi mesin dipersiapkan agar proses pengiriman serta pemasangan di Melak berjalan sesuai rencana.
Dengan tambahan kapasitas 5 MW, PLN menargetkan peningkatan daya mampu sistem sekaligus ketersediaan cadangan daya (power reserve) pada Sistem Melak.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan potensi gangguan serta memastikan pasokan listrik bagi masyarakat Kubar kembali andal, stabil, dan berkesinambungan.
"PLN terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keandalan pasokan, di antaranya optimalisasi pembangkit yang tersedia, percepatan pemeliharaan dan pemulihan unit yang mengalami gangguan, serta penguatan dan pemeliharaan jaringan distribusi," ujar Agung, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: 163 Santri Paser Adu Bakat di FASI XIII, Siap Wakili Daerah ke IKN
Dalam proses percepatan tersebut, PLN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubar serta para pemangku kepentingan terkait. Koordinasi dilakukan agar seluruh tahapan penguatan sistem kelistrikan berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.
Manajemen PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama masa pemeliharaan dan pemulihan sistem. PLN juga meminta dukungan masyarakat agar proses penguatan kelistrikan tersebut dapat segera rampung. (*)
Editor : Ery Supriyadi