Tak Lagi Tambal Sulam, Ruas Jalan Utama Kutai Barat Didesain Kuat Dua Dekade

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:38 WIB
KOORDINASI: Rapat koordinasi penanganan jalan di ruas jalan mulai dari Simpang Linggang Bigung, Simpang Raya, Sumber Sari, Sekolaq Darat, Sekolaq Muliaq hingga Mentiwan, serta rekonstruksi Jalan Barong Tongkok menuju Linggang Bigung.
KOORDINASI: Rapat koordinasi penanganan jalan di ruas jalan mulai dari Simpang Linggang Bigung, Simpang Raya, Sumber Sari, Sekolaq Darat, Sekolaq Muliaq hingga Mentiwan, serta rekonstruksi Jalan Barong Tongkok menuju Linggang Bigung.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan proyek peningkatan jalan strategis tidak boleh dikerjakan sekadar tambal sulam. Seluruh ruas utama di Sendawar dan sekitarnya kini dirancang dengan standar konstruksi kokoh yang memiliki daya tahan hingga 20 tahun.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dalam rapat koordinasi penanganan jalan di Ruang Rapat Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Selasa (29/9). Rapat ini mematangkan penanganan ruas Simpang Linggang Bigung, Simpang Raya, Sumber Sari, Sekolaq Darat, Sekolaq Muliaq hingga Mentiwan, serta ruas Barong Tongkok menuju Linggang Bigung.

Baca Juga: Mandor Konstruksi Kubar Digembleng Sertifikasi dan Standar Keselamatan Ketat

"Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya menjawab kebutuhan sesaat. Esensinya bukan sekadar mengejar seberapa panjang jalan yang dibangun, melainkan seberapa tinggi kualitas dan manfaat jangka panjang yang dirasakan warga," tegas Frederick Edwin.

Edwin menginstruksikan seluruh instansi teknis agar memperhitungkan daya dukung struktur dan saluran pembuangan air secara cermat. Penguatan struktur bawah dinilai mutlak agar aspal tidak lekas rusak tergerus air.

"Penanganan jalan berlubang tidak boleh asal-asalan. Pondasi jalan harus diperkuat sesuai kondisi riil di lapangan, disertai penataan lebar badan dan bahu jalan, serta pembangunan drainase dan gorong-gorong terpadu guna menuntaskan genangan," lanjut Bupati.

Baca Juga: Kutai Barat Dikepung Kabut Asap Pekat Karhutla, Dinkes Waspadakan Ancaman Gas Beracun

Berdasarkan paparan konsultan perencana CV Cremona Teknik, konstruksi jalan dirancang mengombinasikan rigid beton dan metode overlay. Spesifikasi ini disiapkan khusus untuk menampung lonjakan angkutan logistik serta pertumbuhan mobilitas warga Sendawar hingga dua dekade mendatang.

Pelebaran badan jalan diprioritaskan pada sejumlah titik padat, seperti kawasan Simpang Busur, depan SMP Negeri 1 Simpang Raya, hingga akses Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS). Proyek ini juga dilengkapi trotoar keselamatan di zona sekolah dan fasilitas kesehatan.

Selain itu, penataan kawasan Bundaran Tugu Macan sebagai pintu gerbang kabupaten dirancang terintegrasi guna mempercantik estetika kota sekaligus memperlancar arus lalu lintas. Pemkab Kubar juga meminta perangkat daerah proaktif menyelesaikan potensi gesekan nonteknis dengan pemilik lahan dan pelaku usaha di sepanjang lintasan.

Untuk menjamin kelancaran realisasi fisik, Pemkab Kutai Barat terus memperkuat sinergi bersama DPRD Kubar dan balai kementerian terkait di Balikpapan demi mewujudkan konektivitas jalan yang aman dan berdaya saing. (*)

Editor : Duito Susanto
Frederick Edwin infrastruktur kaltim Rekonstruksi jalan sendawar Kutai Barat