KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Antrean panjang kendaraan yang kembali mengular di Harkat Bersama Melak, tak sekadar memicu kemacetan, tetapi mulai mengancam mata pencaharian warga. Sejak pagi, deretan sepeda motor hingga kendaraan roda empat merayap lambat hingga meluber ke jalan utama, memaksa para pekerja lapangan dan penyedia jasa kehilangan jam-jam krusial mereka.
Baca Juga: BMD Mangkrak Sejak 1985, ada yang Rusak Berat hingga Hilang
Bagi warga yang menggantungkan hidup dari mobilitas harian, setiap menit yang terbuang di barisan antrean berpotensi memangkas pendapatan. Lambatnya pasokan BBM di pompa pengisian membuat jam kerja efektif mereka menguap begitu saja di pinggir jalan.
Aris, salah seorang warga yang ditemui di lokasi, mengungkapkan keresahannya. Ia menyebut antrean berjam-jam ini langsung berdampak pada pekerjaannya yang menuntut ketepatan waktu dan kelancaran mobilitas.
"Kalau tiap hari harus buang waktu jam-jaman di sini, pekerjaan kita jelas terbengkalai. Bukan cuma capek nunggu, tapi penghasilan juga ikut terimbas karena ritme kerja jadi berantakan. Kita ini butuh BBM buat cari nafkah, kalau caranya begini terus, roda ekonomi warga bisa makin macet," ungkap Aris dengan nada kecewa. Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Potensi Cuan Kepiting Bakau PPU: Budidaya Sistem Apartemen Tetap Eksis di Tengah Musim Kemarau
Penumpukan kendaraan yang tak kunjung terurai ini memicu desakan kuat dari masyarakat agar pengelola SPBU dan pihak berwenang segera mengevaluasi sistem distribusi BBM.
Warga berharap ada langkah nyata agar aktivitas ekonomi harian tak terus-terusan tersandera oleh krisis antrean. (*)
Editor : Sukri Sikki