Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Solar Mengular di SPBU Kutim, Wabup Mahyunadi Endus Permainan Pengetap dan Pengoplos

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Jufriadi/KP) 
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Jufriadi/KP)  

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim menduga kepadatan antrean kendaraan diesel tidak sepenuhnya disebabkan tingginya kebutuhan operasional angkutan.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menduga ada praktik pengetapan BBM bersubsidi yang ikut memperpanjang antrean. Solar yang dibeli berulang kali diduga kembali dijual kepada pihak lain, termasuk untuk kebutuhan sektor industri.

Mahyunadi menilai pola antrean kendaraan yang terjadi setiap hari menjadi salah satu indikasi. Sebab, berdasarkan pengamatannya, kapasitas tangki sejumlah kendaraan angkutan sebenarnya cukup untuk menunjang operasional lebih dari sehari.

Ia mencontohkan saat menyewa truk untuk mengangkut tanah urukan masjid. Saat itu, sopir truk menyebut solar yang diisi mampu digunakan untuk operasional hingga satu setengah hari.

Advertisement

“Saya kemarin ngangkut tanah untuk urukan masjid, saya bilang ini kamu antre sehari, BBM ini cukup tidak untuk satu hari? Cukup untuk satu hari setengah katanya. Tapi kenapa mereka harus antre tiap hari?” ungkap Mahyunadi.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai alasan kendaraan harus kembali mengantre untuk mendapatkan Solar setiap hari. Ia menduga kebutuhan BBM untuk operasional kendaraan bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan antrean panjang.

“Berarti kita harus sepakati bahwa adanya antrean itu bukan karena kebutuhan transpor orang, adanya antrean itu karena ada pengetap,” tegasnya.

Mahyunadi juga menyinggung dugaan pengoplosan Solar bersubsidi dengan minyak industri. Menurut dia, praktik tersebut perlu mendapat perhatian melalui pengawasan yang lebih ketat dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran.

Di sisi lain, Mahyunadi mengusulkan perubahan skema subsidi BBM. Menurutnya, subsidi sebaiknya tidak diberikan pada komoditas minyak, tetapi dialihkan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pemkot Samarinda mendorong penambahan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.

Pemkot Samarinda Telusuri Antrean Panjang BBM, Pergeseran ke Pertalite Jadi Pemicu Utama

Pemkot Samarinda Telusuri Antrean Panjang BBM, Pergeseran ke Pertalite Jadi Pemicu Utama

Pemerintah Kota Samarinda tengah mendalami penyebab utama antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Antisipasi Pengetap, 8 Stasiun Pengisian BBM di Sangatta Diawasi Polisi

Antisipasi Pengetap, 8 Stasiun Pengisian BBM di Sangatta Diawasi Polisi

Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi perhatian di sejumlah SPBU di Sangatta, Kutai Timur (Kutim).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer