KALTIMPOST.ID, MUARA BADAK – PT Tritunggal Sentra Buana (PT TSB) yang berlokasi di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, menegaskan komitmennya dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan kebun (Karlabun) dengan menggelar pelatihan gabungan serta apel siaga.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 25–26 September 2025, melibatkan berbagai pihak, baik internal perusahaan maupun pemangku kepentingan terkait.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Polsek Muara Badak, dan Camat Muara Badak.
Juga pemerintah desa sekitar (Desa Saliki, Desa Salo Palai, Desa Muara Badak Ulu), serta perwakilan Kelompok Tani Mekar Sejahtera – Koperasi Mekar Sejahtera sebagai mitra pemasok TBS.
Hari pertama difokuskan pada pelatihan pemadaman kebakaran. Peserta mendapat pembekalan teori dan teknik pemadaman, pengenalan sarana dan prasarana pemadam, serta tata cara penggunaannya.
Pelatihan ini dipandu oleh instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara, dan diikuti oleh regu Damkar PT TSB bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dari tiga desa sekitar serta perwakilan kelompok tani.
Hari kedua dilanjutkan dengan apel siaga, latihan gabungan penanganan kebakaran, serta sosialisasi kebijakan perusahaan terkait pencegahan kebakaran, termasuk penerapan pembukaan lahan tanpa bakar sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan (NDPE Policy).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen bersama serta sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam sambutannya, Estate Manager PT TSB, Fuad Hamdi, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mencegah karhutla.
“PT TSB terus berkomitmen melakukan tindak pencegahan dan penanganan kebakaran lahan serta tidak mentoleransi kegiatan pembakaran dalam bentuk apa pun. Namun, hal ini memerlukan koordinasi dan kerja sama yang kuat antara perusahaan, pemerintah, TNI, Polri, serta masyarakat agar tercipta sinergi dalam pencegahan dan penanganan karhutla,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Asmirilda, M.P., menekankan bahwa kebakaran lahan dan kebun tidak hanya merugikan sektor perkebunan, tetapi juga mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat.
Ia mengapresiasi langkah PT TSB yang proaktif menggandeng pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menggelar pelatihan gabungan serta sosialisasi pencegahan karhutla.
“Kolaborasi seperti ini menjadi kunci meminimalkan risiko kebakaran. Kami berharap semua pihak tetap konsisten menjalankan perannya, mulai dari pencegahan dini hingga penanganan cepat di lapangan,” kata Asmirilda.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan komitmen bersama pencegahan kebakaran lahan dan kebun. PT TSB berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan tim pemadam dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting memperkuat kerja sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (adv/qi)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo