KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program pembangunan nasional tiga juta rumah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses perumahan layak bagi masyarakat rendah.
Komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah kebijakan nyata. Mulai dari pemberian Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi rumah bersubsidi.
Baca Juga: Gubernur Kaltim Dorong OPD Percepat Serapan Anggaran, Fokus ke Prioritas Program
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Muhammad Aidil, menyebut penempatan rutin berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.
“Setiap minggu kami mengikuti rapat virtual untuk melaporkan perkembangan dan kegiatan yang sudah dilakukan dalam mendukung program ini,” ujarnya.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembebasan BPHTB untuk subsidi rumah.
“Subsidi rumah tidak dikenakan BPHTB. Ketentuannya sudah memiliki payung hukum lewat peraturan daerah. Namun, untuk rumah pribadi tetap berlaku aturan biasa,” jelas Aidil.
Selain itu, Kukar juga diminta melaksanakan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu.
Aidil menambahkan, program ini tidak berbasis kuota melainkan akumulasi dari berbagai sumber pembangunan—baik dari Dinas Perkim, pengembang, maupun swadaya masyarakat. Target penyelesaiannya ditetapkan hingga Desember 2025 sebelum dilakukan evaluasi lanjutan.
“Memang tidak ada jumlah pasti. Namun, untuk rumah subsidi, sekitar 600 unit masuk dalam skema Lease Purchase Program (MLPP) Kukar yang dikerjakan sejumlah pengembang,” terangnya.
Baca Juga: PAD Optimalkan: Pemkab Kukar Wajibkan Rekanan Gunakan Bankaltimtara
Selain mendukung program pusat, Pemkab Kukar juga melanjutkan program bedah rumah dengan target 90 unit pada tahun ini. Bantuan disalurkan dalam bentuk stimulan BSPS dan dikelola langsung oleh pemilik rumah penerima.
Sebarannya meliputi enam unit di Kecamatan Loa Janan, 30 unit di Muara Jawa, 25 unit di Muara Kaman, enam unit di Sangasanga, 22 unit di Sebulu, dan satu unit di Tenggarong Seberang. “Sisanya, ada 20 unit lagi yang masih menunggu hasil verifikasi calon penerima,” pungkas Aidil. (*)
Editor : Ery Supriyadi