KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Pemkab Kukar terus menata arah pengembangan sektor pariwisata daerah. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kukar adalah revitalisasi Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan berbasis rekreasi dan edukasi.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto mengungkapkan bahwa Pulau Kumala merupakan aset terbaik yang dimiliki Kukar dan wajib dikembangkan secara bertahap. “Pulau Kumala ini salah satu daya tarik utama kita. Bagaimanapun kondisinya, tetap harus kita bangun,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, pengembangan pulau seluas hampir 80 hektare itu akan dilakukan dengan konsep pembagian zonasi, mencakup area rekreasi, taman edukasi, dan taman keanekaragaman hayati. Nantinya, kawasan tersebut juga akan menjadi wadah pelestarian flora dan fauna khas Kalimantan.
“Sekarang kita sedang merencanakan taman keanekaragaman hayati. Di situ akan ada area edukasi dan rekreasi. Harapannya, ke depan Pulau Kumala bukan hanya tempat wisata, tapi juga ruang belajar bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk saat ini, progres pembangunan Waterboom Pulau Kumala telah mencapai 90 persen. Namun, penyelesaiannya sempat tertunda akibat rasionalisasi anggaran. “Tahun ini belum bisa selesai karena ada efisiensi dan defisit anggaran perubahan. Kita harapkan 2026 sudah bisa rampung dan beroperasi,” terangnya.
Selain menuntaskan pembangunan waterboom dan kolam arus, pemerintah daerah juga akan melengkapi landscape dan pasokan listrik agar fasilitas tersebut bisa berfungsi maksimal. “Insyaallah pertengahan 2026 bisa dioperasikan,” tambah Arianto.
Terkait akses menuju Pulau Kumala, ia menyebutkan beberapa opsi tengah dikaji, termasuk wacana pembangunan jembatan baru dan penyediaan ferry penyebrangan untuk kendaraan. Kalau jembatan untuk mobil, tanah di Pulau Kumala dinilai rawan untuk menahan beban berat.
“Jadi alternatifnya, kita pertahankan jembatan pejalan kaki dan siapkan ferry khusus mobil. Itu juga bisa jadi daya tarik tersendiri,” tuturnya.
Selain fokus pada Pulau Kumala, Arianto menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus sejalan dengan prioritas pembangunan daerah lainnya seperti infrastruktur dasar, air bersih, dan layanan kesehatan. “Semua sudah direncanakan, tapi kita bertahap. Kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan adanya rencana kerja sama dengan PT Bayan untuk menghadirkan berbagai jenis flora dan fauna di taman keanekaragaman hayati Pulau Kumala. “Kalau kerja sama ini terwujud, nanti masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain untuk melihat keanekaragaman hayati. Bisa dinikmati langsung di Kukar,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki