Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kecamatan Loa Kulu Raih Penghargaan sebagai UPZ Paling Aktif Mengumpulkan Zakat

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:49 WIB

 

Sekretaris Kecamatan Loa Kulu, Khairuddinata.
Sekretaris Kecamatan Loa Kulu, Khairuddinata.
 

TENGGARONG - Kecamatan Loa Kulu kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan paling aktif di Kutai Kartanegara (Kukar). Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) UPZ yang digelar di Ruang Serbaguna DPRD Kukar, Selasa (21/10).

Sekretaris Kecamatan Loa Kulu, Khairuddinata, mengatakan capaian ini merupakan hasil komitmen pimpinan dan seluruh ASN di lingkungan kantor camat dalam menjalankan Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang pengelolaan zakat.

“Dari awal, Camat Loa Kulu sudah menginstruksikan agar seluruh ASN menunaikan kewajiban pengelolaan zakat sesuai perda tersebut. Kami mulai dari internal kantor camat dulu, setelah berjalan, baru dikembangkan ke desa-desa,” ujarnya, Selasa (21/10).

Khairuddinata menyebut, penghargaan ini menjadi yang kedua kalinya diterima Kecamatan Loa Kulu. Tahun sebelumnya, kecamatan ini juga mendapat apresiasi serupa karena dinilai aktif dalam pengumpulan dan pengelolaan zakat.

Lebih lanjut, ia menyambut baik berbagai program penguatan UPZ yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kukar dalam Rakorda. Ke depan, pihaknya akan mencoba memperluas penyaluran zakat agar tidak hanya berfokus pada bantuan bagi fakir miskin.

“Selama ini penyaluran zakat masih terbatas pada fakir miskin. Tapi ke depan, kami akan coba kembangkan untuk mendukung bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga rumah layak huni,” jelasnya.

Selain itu, Kecamatan Loa Kulu juga akan memanfaatkan dana operasional dan dana pembinaan UPZ yang diterima untuk memperkuat pembinaan hingga ke tingkat desa. “Selama ini pembinaan di desa masih kurang. Nah, dengan adanya dana ini, kami ingin memperluas peran UPZ hingga ke desa-desa, bahkan mungkin ke sektor swasta,” tambahnya.

Terkait program rumah layak huni, Khairuddinata mengungkapkan bahwa pihak kecamatan juga berperan dalam memberikan rekomendasi penerima bantuan. “Biasanya satu sampai dua unit rumah setiap tahun kami rekomendasikan. Pertimbangannya berdasarkan kondisi ekonomi keluarga dan kelayakan tempat tinggal mereka,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#DPRD Kukar #Unit Pengumpul Zakat #penghargaan #Loa Kulu