Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bangun Kemitraan Cetak Profesional Lokal: Bupati Kukar Apresiasi PT BUMA dan PT BIRU

Akbar Sopianto • Kamis, 6 November 2025 | 17:46 WIB
Jajaran Pemkab Kukar serta manajemen PT BUMA dan PT BIRU bersama 29 lulusan terbaik.
Jajaran Pemkab Kukar serta manajemen PT BUMA dan PT BIRU bersama 29 lulusan terbaik.

TENGGARONG - Sebuah momen haru menyelimuti Ballroom Mulawarman Hotel Grand Elty Tenggarong, Sabtu (4/10). Sebanyak 29 peserta Program Pelatihan Basic Operator Kabupaten Kukar Batch 2 menuntaskan pelatihan. Mereka langsung diterima bekerja di PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

Program itu merupakan buah sinergi strategis antara Pemkab Kukar melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), PT BUMA Jobsite Indonesia Pratama (IPR) dan dilaksanakan oleh PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU), bagian dari BUMA Group.

Chief Financial Officer (CFO) PT BIRU, Karen Ichsan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini didesain agar peserta benar-benar siap bekerja, terutama mereka yang berasal dari masyarakat lingkar tambang dan data DTKS Kukar.

“Peserta tidak hanya dibekali teori, tapi juga pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), pelatihan keselamatan kerja, dan praktik lapangan. Tujuannya jelas, agar mereka bisa langsung beradaptasi di dunia industri,” ujarnya.

Diketahui, pelatihan tersebut dimulai pada Januari 2025 hingga 30 September 2025, dimana seluruh siswa peserta berasal dari lingkar tambang perusahaan, Kecamatan Tabang serta berasal dari bebrapa kecamatan di Kukar.

Kabar menggembirakan datang dari Hengky Ronald Budianto, Business Support Manager BUMA Site IPR. Dalam kesempatan itu, ia mengumumkan bahwa seluruh peserta dinyatakan lulus dan 29 orang langsung diangkat menjadi karyawan BUMA per 1 Oktober 2025.

“Ini bukti bahwa pelatihan berjalan efektif. Mereka akan ditempatkan sebagai operator alat berat di site kami,” jelas Hengky. Ia juga berpesan agar para lulusan selalu menjunjung tinggi kedisiplinan serta budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Suasana kelas teori bagi calon operator alat berat dibekali materi berbasis LMS dan keselamatan kerja.   
Suasana kelas teori bagi calon operator alat berat dibekali materi berbasis LMS dan keselamatan kerja.  

Sementara itu, Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Distransnaker Kukar, Lukman menyampaikan, program ini berbasis kompetensi dan difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal di bidang industri alat berat.

“Seluruh peserta berasal dari lingkar tambang dan semuanya terserap di BUMA. Ini pencapaian luar biasa. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa dilanjutkan dan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan dunia usaha,” ucapnya.

Acara penutupan dan penyerahan sertifikat dilakukan secara resmi oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Taufik Hidayat.

Dalam pesan tertulisnya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Distransnaker, PT BUMA, dan PT BIRU atas pelaksanaan pelatihan yang sejalan dengan program unggulan Kukar Siap Kerja.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi seperti ini harus terus dijaga. Kami juga berterima kasih atas dukungan pendanaan sekitar Rp 5,7 miliar dari PT BUMA,” ujar Bupati.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar memanfaatkan ilmu, keterampilan, dan etika kerja yang didapat selama pelatihan untuk menjadi tenaga profesional yang membanggakan Kukar.

Dengan terserapnya seluruh peserta ke dunia kerja, Program Basic Operator Batch 2 menjadi bukti nyata keberhasilan pemkab dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pelatihan diharapkan terus berlanjut. (adv)

Editor : Sukri Sikki
#Aulia Rahman Basri #pelatihan #PT BUMA #pemkab kukar #LMS