KALTIMPOST.ID-TENGGARONG- Deretan motor berbagai warna dan tipe berjejer di halaman Mapolres Kutai Kartanegara, Jumat siang (7/11/2025). Di belakangnya, sejumlah pria berbaju oranye berdiri menunduk. Kamera-kamera wartawan mengarah ke depan, merekam jalannya konferensi pers yang dipimpin Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar.
Suasana terasa tegas tapi terukur. Di bawah spanduk bertuliskan Press Release Operasi Jaran Mahakam 2025, polisi memaparkan hasil operasi yang digelar selama 20 hari, sejak 13 Oktober hingga 1 November. Dari kegiatan itu, Polres Kutai Kartanegara berhasil mengungkap tujuh kasus pencurian kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.
“Total ada delapan tersangka, tiga di antaranya merupakan residivis,” ujar Khairul. Di hadapan media, ia menjelaskan bahwa modus para pelaku beragam. Ada yang menggunakan kunci T, ada pula yang memanfaatkan kunci yang masih menempel di kendaraan. Sebagian lainnya bahkan membongkar rumah korban untuk mengambil kunci mobil atau motor yang disimpan di dalam.
Baca Juga: Tiga Hari Uji Lapangan BAPETEN, Radioterapi RSUD AM Parikesit Siap Beroperasi
Kasus-kasus ini terjadi di waktu berbeda, siang maupun malam hari. Polisi juga menunjukkan sejumlah barang bukti—motor hasil curian yang kini diamankan di halaman Mapolres. Dari hasil penyelidikan, tiga di antara pelaku diketahui pernah menjalani hukuman atas kasus serupa.
“Kepada para tersangka, kami kenakan Pasal 362 dan 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” jelas Khairul. Di sela kegiatan, Kapolres juga menegaskan bahwa kendaraan hasil kejahatan akan dikembalikan kepada pemilik sahnya. Warga yang merasa kehilangan dapat menghubungi Polres Kukar dengan membawa kelengkapan dokumen seperti BPKB, STNK, dan KTP untuk verifikasi.
Baca Juga: Tiga Kali Tertangkap Curi Motor, MA Kembali Diamankan Polres Kukar di Samarinda
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam memarkir kendaraan. Banyak kasus terjadi karena kelalaian pemilik, terutama saat kunci tertinggal di motor. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Pastikan kendaraan aman sebelum ditinggalkan,” katanya.
Deretan motor di halaman Mapolres itu menjadi pengingat betapa kejahatan bisa berawal dari hal kecil. Operasi Jaran Mahakam 2025 menutup babak penyelidikan panjang, tapi juga membuka peringatan baru bagi warga: kehati-hatian tetap menjadi garis pertahanan pertama. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki