Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beasiswa Kukar Idaman Tahap II dalam Proses Penerbitan SPP-SPM

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Senin, 17 November 2025 | 12:14 WIB
Kabak Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza.
Kabak Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza.

TENGGARONG - Penyaluran Beasiswa Kukar Idaman tahap II kembali memasuki fase krusial. Ribuan mahasiswa masih menunggu kepastian dana, sementara Bagian Kesra Setkab Kukar mengebut proses administrasi pada akhir pekan.

Situasi ini memperlihatkan ketergantungan kuat mahasiswa terhadap bantuan pendidikan, terutama di keluarga yang kondisi ekonominya ketat. Setiap keterlambatan menambah beban pengeluaran rumah tangga, dan jeda pencairan kerap menjadi percakapan hangat di kampus maupun grup orangtua.

Pengerjaan dokumen dilakukan pada Sabtu, 15 November 2025. Namun karena hari Sabtu masuk kategori hari libur, seluruh dokumen resmi baru tercatat efektif pada Senin, 17 November 2025. Ketentuan ini memengaruhi alur pencairan dari tahap paling awal. “Kami sedang proses untuk SPP-SPM yang terhitung 17 November,” kata Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, dihubungi Sabtu.

SPP dan SPM adalah prasyarat administrasi sebelum berkas dialihkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Di sinilah titik awal penentuan waktu cair. SPP memuat permintaan pembayaran. SPM menyatakan bahwa verifikasi telah tuntas. Tanpa dua dokumen ini, BPKD tidak bisa mengeluarkan SP2D. “Kalau itu sudah rampung tanggal 17, itu juga langsung masuk ke BPKD untuk proses SP2D-nya,” ujar Dendi.

SP2D berfungsi sebagai dasar instruksi pencairan dana dari kas daerah ke bank penyalur. Tahap ini menentukan kapan mahasiswa bisa mulai melihat perubahan saldo. Dendi menyebut proses di BPKD biasanya bergerak pada awal pekan. Penegasan waktu ada pada pejabat teknis. “Mungkin nanti bisa dikonfirmasi ke SP2D di Bu Wiwit,” katanya.

Setelah SP2D keluar, alur berpindah ke Bank Kaltimtara. Bank akan mendistribusikan dana ke sekitar 4.500 penerima. Penyaluran tidak berlangsung dalam satu waktu. Bank membagi tahapannya sesuai kapasitas sistem dan beban transaksi. “Tidak langsung semuanya. Empat ribu sekian itu tidak langsung masuk,” kata Dendi.

Dendi menjelaskan bahwa proses SPP dan SPM tetap dikerjakan pada akhir pekan demi mengejar jadwal pencairan. Ia menyebut langkah itu dilakukan agar tahapan administratif dapat langsung masuk ke sistem pada hari kerja berikutnya.

“Kami kejar di hari weekend untuk proses SPP-SPM-nya,” ucap Dendi. Ia menjelaskan bahwa SPM baru dihitung efektif pada Senin karena sistem hanya mengenali hari kerja pemerintah. “Saya lihat di sistem terhitungnya 17 November. Jadi terhitung Senin SPM-nya,” katanya.

Adapun total keseluruhan anggaran beasiswa, termasuk beasiswa kerja sama, mencapai kurang lebih Rp 16 miliar. Dendi menjelaskan bahwa pencairan disusun dalam dua prioritas. Tahap pertama dialokasikan untuk beasiswa stimulant, yang dianggap paling mendesak bagi keberlangsungan studi.

Setelah itu, barulah penyaluran untuk beasiswa kerja sama dengan perguruan tinggi. Deni juga memastikan seluruh data by name, by address, serta keaktifan rekening penerima telah diverifikasi. Verifikasi ini diperlukan karena pada tahap pertama terdapat rekening pasif yang menyebabkan gagal salur.

Perbaikan dilakukan hingga bulan lalu melalui koordinasi dengan satuan pendidikan. Beberapa rekening pasif sudah berhasil diaktifkan kembali setelah proses validasi tambahan. Untuk data yang masih bermasalah, Kesra melakukan kontak langsung kepada mahasiswa terkait agar penyaluran berikutnya tidak kembali tertunda. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya mencegah kendala teknis yang pernah muncul pada pencairan sebelumnya.

Bagian Kesra menyebut seluruh proses internal tahap II telah dilakukan maksimal. Tahap ini sekaligus menjadi penyelesaian sisa penerima dari tahapan sebelumnya. “Sudah bekerja maksimal untuk pencairan tahap ini. Tahap ke-2 yang merampungkan sisa kemarin,” ujar Dendi.

Setelah dokumen tercatat resmi pada Senin, proses bergeser penuh ke BPKAD dan bank. Pada kondisi normal, SP2D bergerak di hari yang sama, dan penyaluran bertahap di bank dimulai Selasa, 18 November 2025. Konsekuensi di lapangan tetap sama: mahasiswa perlu menunggu alur birokrasi yang berlapis sebelum dana benar-benar masuk ke rekening masing-masing. (*)

Editor : Sukri Sikki
#mahasiswa #bagian kesra #kukar idaman #beasiswa