SAMARINDA - Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai sejalan dengan nilai Alquran, tujuan besar syariat Islam, serta tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila dan konstitusi negara.
Penilaian itu disampaikan Ketua Umum GP Ansor, H. Addin Jauharudin, saat menghadiri inaugurasi Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur di Samarinda, Sabtu (25/1/2026).
“Program makan bergizi gratis ini sejalan dengan prinsip hifdzun nafs, menjaga jiwa. Karena kalau kita bicara gizi anak, itu bicara soal kesehatan dan masa depan generasi,” ujar Addin.
Ia menilai upaya mencegah kelaparan dan gizi buruk tidak bisa dilihat semata sebagai kebijakan sosial. “Ini bukan cuma soal bantuan. Dalam Islam, menjaga kehidupan manusia itu juga bernilai ibadah,” katanya.
Addin juga menyoroti pentingnya program sekolah gratis bagi masyarakat miskin. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari prinsip hifdzul ‘aql atau menjaga akal.
“Pendidikan itu kunci. Kalau aksesnya terbuka untuk semua, terutama yang kurang mampu, kita bisa memutus rantai kemiskinan dan membangun generasi yang lebih kuat,” ujarnya.
Di bidang ekonomi, ia menyebut penguatan koperasi rakyat sejalan dengan prinsip hifdzul maal serta semangat ta’awun atau tolong-menolong. “Koperasi ini penting untuk melindungi masyarakat kecil, supaya tidak tertinggal dan bisa mandiri secara ekonomi,” kata Addin.
Ia menegaskan, kebijakan yang berfokus pada ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan masyarakat, dan kemandirian ekonomi merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan bersama. “Semua ini tidak bertentangan dengan nilai Alquran, justru sejalan dengan Pancasila dan konstitusi negara,” ujarnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki