KALTIMPOST.ID, SANGASANGA - Perjalanan seorang wakil rakyat tidak hanya diukur dari kebijakan, tetapi juga dari bagaimana perannya dipotret dan dipahami publik. Dalam satu tahun masa jabatan, Rahmat Dermawan memilih merekam proses itu melalui film dokumenter.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Syukuran dan Halal Bihalal yang dirangkai dengan pemutaran film berjudul Penyambung Lidah Rakyat, Sabtu (28/3/2026), di Aula Green 99, Sangasanga.
Film tersebut menampilkan perjalanan Rahmat Dermawan selama satu tahun menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Kartanegara, termasuk aktivitasnya dalam menyerap aspirasi dan menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.
Di luar film, narasi tentang perjalanan hidup Rahmat juga mengemuka melalui sambutan yang disampaikan Rudini. Ia mengenang masa muda mereka ketika pernah tinggal di masjid dan menjalani aktivitas sebagai marbot.
“Waktu itu kami hanya berbekal motor untuk roadshow ke kabupaten dan kota di Kaltim. Dari situ kami membangun Rumah Aspirasi Kaltim,” ujar Rudini Dai Pramuka, sahabat seperjuangan Rahmat yang kini dikenal luas sebagai finalis Top 7 Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2022.
Cerita tersebut menjadi gambaran awal perjalanan Rahmat sebelum berada di posisi saat ini, sekaligus memberi konteks atas peran yang kini ia jalankan.
Dukungan terhadap kiprah Rahmat juga disampaikan Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah. Ia menilai kontribusi Rahmat dalam pembangunan wilayah tersebut sudah terlihat lewat banyaknya pembangunan, termasuk dalam mendukung pelaksanaan Festival Merah Putih Sangasanga.
“Kalau seluruh APBD bisa ke Sangasanga, mungkin akan diperjuangkan oleh beliau,” kata Dachriansyah. Ia juga menyinggung peran Rahmat dalam pembinaan musisi jalanan yang diharapkan dapat terus dikembangkan dan dilibatkan dalam kegiatan daerah.
Sementara itu, Rahmat Dermawan menyebut film tersebut sebagai refleksi atas peran yang ia jalankan selama ini sebagai wakil rakyat.
“Film ini menjadi refleksi saya pribadi dalam menjalankan peran sebagai wakil rakyat. Saya ingin menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan sebaik-baiknya, sebagai penyambung lidah rakyat,” ujarnya.
Pemutaran film tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan kerja-kerja representasi yang telah berjalan, sekaligus memperlihatkan bagaimana peran wakil rakyat dikomunikasikan kepada publik dalam satu rangkaian kegiatan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo