Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lapas Perempuan Tenggarong Over Kapasitas, Butuh Rp 20 Miliar untuk Perluasan

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Rabu, 22 April 2026 | 13:06 WIB
Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Riva Dilyanti. (IST)
Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Riva Dilyanti. (IST)

 

TENGGARONG - Lapas Perempuan Kelas II Tenggarong mendesak perluasan fasilitas setelah menampung warga binaan dari dua provinsi. Lapas satu-satunya untuk perempuan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) ini sudah lama over kapasitas.

Kalapas Perempuan Tenggarong Riva Dilyanti mengatakan, pembangunan tahap awal sudah dimulai dengan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar. Namun tahap lanjutan tertunda karena efisiensi anggaran.

Untuk tahap lanjutan sebenarnya sudah diajukan sebagai program prioritas, namun tertunda,kata Riva, Selasa, 21 April 2026.

Baca Juga: Pertumbuhan Kaltim di Bawah Nasional, Kadin: Daya Beli Harus Dijaga, UMKM Diperkuat  

Pihaknya kembali mengusulkan kelanjutan proyek. Berdasarkan hitungan Dinas PU, kebutuhan untuk merampungkan seluruh bangunan mencapai Rp 20 miliar. Anggaran itu untuk blok hunian, tembok keliling, dan rumah dinas.

Riva menyebut realisasi kemungkinan belum bisa tahun ini. Ia berharap proyek masuk prioritas tahun depan dengan dukungan Pemkab Kukar.

 Sembari menunggu, kebutuhan mendesak adalah perbaikan tembok keliling. Kondisinya sudah miring dan cukup mengkhawatirkan, terutama bagi lingkungan sekitar,ujarnya.

Baca Juga: Nakhoda Baru, Ferlita Ananda Terpilih Pimpin KNPI Kubar

Pengembangan lapas dinilai krusial karena jumlah warga binaan perempuan di Kaltim dan Kaltara mencapai sekitar 1.000 orang. Keterbatasan daya tampung membuat sebagian masih dititipkan di lapas laki-laki. Kondisi tersebut tentu membuat proses pembinaan belum berjalan optimal,kata Riva.

Jika pembangunan dilanjutkan, lapas direncanakan punya sekitar 20 kamar hunian dengan daya tampung 700 orang. Fasilitas itu diharapkan menampung seluruh warga binaan perempuan secara lebih layak. Selain bangunan, Riva juga meminta tambahan petugas pemasyarakatan untuk mendukung keamanan dan pembinaan.

Dengan fasilitas dan SDM memadai, ia optimistis program pembinaan bisa lebih variatif. Mampu mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat,kata Riva. (*)

Editor : Sukri Sikki
#over kapasitas #lapas perempuan #tenggarong #kaltim-kaltara