TENGGARONG – Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani sidak ke Tangga Arung Square, Kamis, (30/4) Ia merespons keluhan pedagang soal sepinya pembeli dan retribusi yang dinilai memberatkan. Sidak turut diikuti Wakil Ketua DPRD Kukar Aini Faridah dan Plt Kepala Disperindag Kukar Sayyid Fathullah. Ahmad Yani berdialog langsung dengan pedagang yang meminta kepastian agar pasar kembali hidup.
“Pasar ini dibangun menggunakan uang rakyat dengan nilai yang sangat besar, sehingga harus benar-benar dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Yani. Ia menegaskan pasar bukan sekadar sumber PAD. “Harapan kami terbangunnya pasar ini bisa membuat perekonomian berkembang. Pemerintah bukan semata-mata mencari keuntungan, tetapi bagaimana fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.
Langkah awal yang didorong DPRD: semua kios dan lapak harus terisi. Menurut Yani, banyaknya tempat kosong bikin pasar sepi. “Untuk tahap awal, kami minta semua kios, lapak, dan tempat usaha harus terisi. Tidak boleh ada yang kosong. Kalau semua terisi, aktivitas ekonomi akan berjalan dan dampaknya baru terasa,” tegasnya.
Baca Juga: Pengelolaan Tangga Arung Square di Kukar Dirombak Total, Janjikan Lebih Adil
Agar pengunjung datang, parkir digratiskan sementara. Kendaraan di tepi jalan diminta masuk ke area pasar. Seluruh pintu masuk juga harus dibuka. “Kami minta semua pintu dibuka. Jangan ada yang ditutup, karena itu bisa menghambat orang masuk. Kalau akses terbuka, pergerakan orang dan rezeki juga akan mengalir,” katanya.
Soal retribusi, DPRD membuka opsi evaluasi. “Kalau retribusi dirasa masih berat, bisa kita evaluasi. Prinsipnya sekarang memudahkan dulu, bukan membebani, sambil menunggu pasar ramai,” ujar Yani. Ia melarang praktik jual beli lapak. “Tidak boleh ada jual beli lapak. Tempat usaha harus benar-benar dimanfaatkan oleh pedagang yang berjualan,” tegasnya.
Yani juga minta optimalisasi ruang, termasuk area terbuka untuk pedagang yang belum dapat tempat. Penataan produk dan pemasaran harus diperkuat agar pasar jadi tujuan belanja. “Penataan produk harus menarik. Kalau bisa, jadi alasan orang dari luar datang berbelanja ke sini,” ucapnya. Kepada pedagang, Yani berpesan jaga harga tetap terjangkau. “Ambil keuntungan boleh, tapi jangan berlebihan. Lebih baik sedikit tapi perputaran cepat dan pembeli ramai,” katanya.
DPRD bersama Pemkab akan menggenjot promosi lewat event agar Tangga Arung Square hidup sebagai pusat perdagangan. Harapan pedagang sederhana: pasar ramai, dagangan laku, penghasilan stabil di tengah gedung baru yang megah. (riz)
Editor : Muhammad Rizki