KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Api mengamuk di sebuah warung penjual bahan bakar minyak eceran di Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (3/6) siang.
Dalam waktu singkat, bangunan kayu itu ludes dilalap si jago merah. Satu orang pemilik warung mengalami luka bakar di tangan dan kepala, dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kebakaran bermula sekitar pukul 09.30 WITA. Saksi mata menyebut, sebelum api muncul, terdengar suara mendesis dari arah dapur warung. Diduga kuat, tabung LPG 3 kilogram yang dipakai untuk memasak mengalami kebocoran.
“Sepertinya ada proses masak-memasak di dalam warung, lalu tabung gas bocor dan langsung tersambar api. Ditambah lagi di lokasi itu disimpan BBM eceran,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, yang akrab disapa Afe’, Rabu malam.
Baca Juga: Bursa Ketua Demokrat Kukar Mengerucut ke Tiga Nama, Bakal Diuji AHY
Kombinasi gas bocor dan tumpukan jeriken berisi bensin membuat api cepat membesar. Kobaran merambat ke dinding kayu dan atap seng. Pemilik warung yang saat itu berada di dalam berusaha menyelamatkan diri, tapi tak luput dari luka bakar di kedua tangan dan bagian kepala.
Laporan masuk ke Pos Damkar Samboja pukul 09.34 WITA. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Tapi besarnya api dan banyaknya material mudah terbakar membuat petugas kesulitan mendekat.
“Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 11.30 WITA. Hampir dua jam kami berjibaku, karena di dalam warung itu penuh BBM dan bangunannya kayu semua,” ujar Afe’.
Korban langsung dievakuasi ke RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja. Dokter menyebut lukanya cukup serius, tapi tidak mengancam jiwa. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Baca Juga: Utang Pemkot Samarinda Masih Rp 400 Miliar, Pemkot Samarinda Dahulukan Gaji dan Pelayanan Publik
Warung dan seluruh isi di dalamnya hangus. Jeriken bensin, tabung gas cadangan, dan dagangan lain tak bisa diselamatkan. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa ini bukan yang pertama di Samboja. Warung BBM eceran kerap berdiri berdempetan dengan rumah tinggal, tanpa memenuhi standar keamanan. Banyak yang tetap memasak di lokasi yang sama dengan tempat menyimpan bensin.
Afe’ mengingatkan, risiko itu bisa ditekan jika pemilik usaha lebih hati-hati. “Kalau ada bau gas, atau terdengar desisan, segera cek. Jangan dipakai sebelum dipastikan aman. Pencegahan itu paling penting, daripada harus menghadapi kebakaran yang bisa makan korban,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat melapor jika melihat warung BBM yang menyimpan bahan bakar dalam jumlah besar tanpa izin. Pengawasan, kata Afe’, tak bisa hanya mengandalkan petugas, tapi juga kepedulian warga.
Kebakaran Sungai Merdeka jadi pengingat lagi: di balik tetesan bensin yang dijual eceran, ada bahaya yang siap meledak kalau diabaikan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo