KALTIMPOST.ID-Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat lanjut usia (lansia) diwujudkan mahasiswa Program Studi (Prodi) Rekayasa Keselamatan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Kelurahan Salok Api Darat, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan bertajuk Safety For Humanity tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Rekayasa Keselamatan 2.0 (DREAM 2.0) yang digelar pada 10 Mei 2026.
Program itu merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dengan Kelurahan Salok Api Darat, Posyandu RT 02 dan RT 08, serta tenaga kesehatan dari Klinik ITK.
Sebanyak 45 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan yang secara khusus menyasar kelompok lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya maupun menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan difokuskan pada deteksi dini penyakit tidak menular yang kerap menyerang kelompok usia lanjut. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat secara gratis.
Baca Juga: Polres Kubar Geledah Kantor BPBD, Selidiki Dugaan Korupsi Anggaran Perjalanan Dinas Tahun 2024
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Hanya sekitar 27 persen peserta yang memiliki tekanan darah dalam kategori normal. Sementara sebagian besar lainnya berada pada kategori pra-hipertensi hingga hipertensi.
Selain itu, sebanyak 42 persen peserta terindikasi memiliki kadar kolesterol tinggi. Adapun 27 persen peserta tercatat mengalami peningkatan kadar asam urat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa risiko penyakit tidak menular di kalangan lansia masih cukup tinggi dan membutuhkan upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi gambaran penting bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan setempat mengenai kondisi kesehatan lansia di wilayah tersebut.
Deteksi dini dinilai menjadi langkah strategis untuk mencegah munculnya komplikasi penyakit yang lebih serius di masa mendatang.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan kondisi yang relatif baik. Sebanyak 98 persen peserta tercatat memiliki kadar gula darah dalam batas normal.
Temuan ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengendalian faktor risiko diabetes mulai menunjukkan hasil yang baik.
Ketua pelaksana kegiatan menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan warga saat ini, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih memahami pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Baca Juga: DPRD Berau Minta Pembangunan Infrastruktur di Maratua Tak Hanya Fokus pada Rehabilitasi Jalan
Keterlibatan tenaga kesehatan dari Klinik ITK turut memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur.
Warga juga mendapatkan penjelasan terkait hasil pemeriksaan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mereka.
Lurah Salok Api Darat Hamka mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya lansia, dalam memperoleh layanan kesehatan dasar yang mudah dijangkau.
“Alhamdulillah, kegiatannya sangat luar biasa dan sangat bermanfaat, terutama untuk warga RT 02 dan RT 08. Kalau bisa, sering-sering adakan kegiatan di kelurahan kami,” ujarnya.
Kegiatan itu sekaligus menunjukkan peran mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, upaya peningkatan kualitas kesehatan warga dapat dilakukan secara lebih efektif.
Melalui program Safety For Humanity, mahasiswa Rekayasa Keselamatan ITK berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat.
Dengan pemeriksaan rutin dan penerapan pola hidup sehat, risiko penyakit tidak menular pada lansia diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik. (pus/pms/rd)
Editor : Romdani.