KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 1.5 Kaltim saat ini tengah membangun saluran lintas atau cross drain di Desa Jembayan. Lokasinya berada di ruas jalan nasional Loa Janan–Tenggarong–Kotabangun yang selama ini rawan tergenang saat hujan deras.
Pembangunan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah menata aliran air permukaan di koridor jalan nasional.
Desa Jembayan memiliki kontur relatif datar dengan pola drainase alami yang rumit. Intensitas hujan tinggi di Kaltim ditambah pembukaan lahan di sekitarnya membuat volume air yang mengalir ke badan jalan meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, air bisa menyebabkan genangan, erosi bahu jalan, hingga merusak struktur perkerasan.
Baca Juga: Dana Rp 200 Miliar Sudah Digelontorkan, Jembatan Sebulu Kukar Belum Rampung
Cross drain berfungsi mengalirkan air dari sisi hulu ke hilir secara langsung di bawah badan jalan. Strukturnya berupa gorong-gorong beton bertulang yang dipasang melintang, dengan ukuran dan kemiringan disesuaikan debit air tertinggi di lokasi tersebut. Dengan begitu air tidak menggenang atau melintas di atas aspal.
Peran saluran ini penting untuk menjaga umur jalan. Air yang masuk ke lapisan pondasi dapat melemahkan daya dukung tanah dan memicu jalan ambles, retak, hingga bergelombang. Dengan drainase melintang yang bekerja optimal, aliran air bisa dibuang sebelum merusak konstruksi jalan.
Warga Jembayan juga merasakan manfaatnya. Risiko banjir lokal saat hujan lebat dapat ditekan karena air kini punya jalur pembuangan menuju sungai kecil atau saluran alami di sekitar desa.
"Selain menjaga kelestarian lingkungan, cross drain juga berdampak pada keselamatan. Jalan yang tidak tergenang mengurangi risiko aquaplaning dan membuat jarak pandang pengendara lebih baik, apalagi saat hujan malam. Kondisi jalan yang stabil juga membuat usia perkerasan lebih panjang sehingga biaya perawatan negara bisa ditekan," ujar Randy, Koordinator Pengawas Lapangan PPK 1.5 Kaltim.
Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan ruas Loa Janan–Kotabangun menjadi lebih aman dilalui dan tidak mudah rusak meski diguyur hujan tinggi. (*)
Editor : Duito Susanto