KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Jalur dua Tenggarong-Samarinda kembali gelap. Kabel lampu penerangan jalan umum (LPJU) dicuri dalam dua kejadian sepanjang Agustus 2026. Akibatnya belasan tiang LPJU ikut padam.
Kepala Dinas Perhubungan Kukar Ahmad Junaidi mengatakan, aksi pertama membuat sekitar 10 tiang atau sepanjang 700 meter padam. Aksi kedua menyasar sekitar 7 tiang atau 500 meter.
“Dua kali kejadian bulan ini. Pertama sekitar 10 tiang, kedua sekitar tujuh tiang,” ujar Junaidi, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Pemkot Siapkan Rp17 Miliar Ambil Alih Operasional Bacitra pada 2027
Satu “gawang” LPJU jaraknya sekitar 50 meter. Diduga pelaku memotong kabel di dekat tiang dan harus memanjat untuk mengambilnya.
“Tadi sudah saya perintahkan untuk pengawasan dan lapor ke kepolisian, karena sudah dua kali,” katanya.
Junaidi menjelaskan, satu rangkaian kabel LPJU menghidupi sekitar 20 lampu. Jika kabelnya dicuri, seluruh lampu dalam jaringan itu langsung padam. “Kalau diambil sebagian, 20 lampu itu mati,” jelasnya.
Baca Juga: Kualitas Udara Kutai Barat Masuk Kategori Sedang, Bupati Terbitkan Imbauan Siaga Darurat Karhutla
Kondisi ini juga bikin warga salah paham. Banyak yang mengira lampu rusak, padahal kabelnya yang hilang. “Stok kabel kita masih ada, aman. Tapi yang meresahkan ada komplain masyarakat, lampu rusak, tahu-tahunya kabelnya dicuri,” ujarnya.
Dishub sudah menginstruksikan tim untuk segera memperbaiki. Soal kerugian, Junaidi belum bisa memastikan karena kabel yang dicuri merupakan instalasi yang sudah terpasang 1-2 tahun lalu.
Pengawasan sebenarnya dilakukan rutin seminggu sekali. Tapi kapan pencurian terjadi dan bagaimana modusnya belum diketahui. “Kurang paham siapa pelakunya, modusnya juga belum tahu,” katanya.
Laporan resmi ke polisi sudah diperintahkan. Suratnya ditargetkan ditandatangani dan diserahkan paling lambat sehari setelah kejadian diketahui. “Tadi baru saya perintahkan. Bisa hari ini atau paling lambat besok,” ujarnya.
Pencurian kabel LPJU juga terjadi di jalur alternatif Desa Jongkang, Loa Kulu, sekitar tiga bulan lalu. Dampaknya penerangan di sana juga padam.
Kejadian serupa juga pernah terjadi di sekitar Jembatan Kutai Kartanegara, meski jumlah perangkat yang terdampak masih didata.
Junaidi berharap polisi bisa segera mengungkap pelaku. Sebab LPJU menyangkut keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Ini kepentingan umum. Sangat berpengaruh terhadap keselamatan masyarakat pengendara,” pungkas Junaidi. (*)
Editor : Sukri Sikki