Jawab Kebutuhan Industri, ITNY dan PT Candi Pasifik Shipyard Resmi Berkolaborasi

Supriyono Lupus • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:44 WIB
Rombongan Kelatnas  melihat secara langsung aktivitas operasional serta proses kerja di lingkungan galangan kapal PT Candi Pasifik Shipyard.

 
Rombongan Kelatnas  melihat secara langsung aktivitas operasional serta proses kerja di lingkungan galangan kapal PT Candi Pasifik Shipyard.  

 

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Menjawab kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan siap kerja, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) bersama Keluarga Alumni Teknologi Nasional Yogyakarta (Kelatnas) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Candi Pasifik Shipyard melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Penandatanganan MoU berlangsung di area operasional PT Candi Pasifik Shipyard, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bertepatan dengan rangkaian kegiatan Kelatnas Regional Gathering Kalimantan Timur 2026.

Baca Juga: Kelatnas Hadir di Kalimantan Timur, Satukan Alumni dan Buka Jalan Kolaborasi

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam pengembangan SDM, peningkatan kompetensi, pendidikan, pemagangan, riset terapan, serta pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara kampus dan industri. Perguruan tinggi dapat memahami kebutuhan riil dunia kerja, sementara industri memperoleh dukungan dalam pengembangan SDM dan teknologi melalui potensi akademik serta riset yang dimiliki ITNY.

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta  bersama Kelatnas resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Candi Pasifik Shipyard melalui penandatanganan MoU.

 
Institut Teknologi Nasional Yogyakarta  bersama Kelatnas resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Candi Pasifik Shipyard melalui penandatanganan MoU.  

 

Direktur PT Candi Pasifik Shipyard, Ir I Ketut Ginatra, menyambut positif terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, perkembangan industri galangan kapal dan manufaktur membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Industri tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, integritas, dan kelincahan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sinergi dengan ITNY dan Kelatnas ini mempermudah penyelarasan antara kebutuhan praktis di industri dengan kurikulum kampus,” tegas Ketut.

Baca Juga: Imbas Erupsi Anak Krakatau, Maskapai Refund 100 Persen Tiket Penumpang di Kaltim

Dekan FTP ITNY, Hill Gendoet Hartono menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi sarana penting bagi ITNY untuk memastikan para lulusan memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri.

Di tempat yang sama Ketua Umum Kelatnas, Ir Yunus menegaskan pentingnya peran alumni ATNAS–STTNAS–ITNY dalam membangun dan memperluas jejaring kemitraan antara almamater dengan dunia industri.

“Kelatnas hadir sebagai jembatan yang menghubungkan almamater dengan dunia industri. Penyatuan kekuatan alumni, kampus, dan industri ini akan membuka banyak peluang baru dalam pengembangan SDM dan riset terapan,” ujar Yunus.

Usai penandatanganan MoU, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area galangan kapal PT Candi Pasifik Shipyard.

Rombongan Kelatnas  melihat secara langsung aktivitas operasional serta proses kerja di lingkungan galangan kapal. Peninjauan ini memberikan gambaran nyata mengenai berbagai bidang pekerjaan, teknologi, kompetensi, dan tenaga profesional yang dibutuhkan dalam industri perkapalan. (*)

Editor : Sukri Sikki
kolaborasi galangan kapal alumni jogjakarta