KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Akses masuk menuju Kota Raja, Tenggarong diprediksi bakal mengalami lonjakan mobilitas menjelang perhelatan Erau Adat Kutai 2026. Situasi kian menantang mengingat akses utama dari Loa Janan dan Jembayan sempat terputus, sehingga beban kendaraan kini bertumpu penuh pada jalur jembatan penghubung.
Mengantisipasi potensi kemacetan parah dan risiko kendaraan mogok di titik rawan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat. Dishub menggandeng Satlantas Polres Kukar guna mematangkan skema rekayasa arus kendaraan sekaligus tata kelola kantong parkir bagi pengunjung.
"Untuk pembukaan Erau itu kami bersama dengan Satlantas Polres Kutai Kartanegara melakukan rekayasa lalu lintas, pengaturan serta pengamanan dan pengelolaan parkir," ujar Kepala Dishub Kukar Ahmad Junaidi.
Baca Juga: Klinik Utama Muhammadiyah Dibangun, Bakal Jadi Rumah Sakit Ibu dan Anak di Tenggarong
Junaidi menjelaskan, penempatan personel di lapangan difokuskan untuk mengawal simpul-simpul krusial di seputar pusat keramaian pesta adat. Saat ini, kepastian mengenai ruas jalan mana saja yang bakal dialihkan atau ditutup sementara masih terus difinalisasi bersama aparat kepolisian.
"Untuk lokasi-lokasinya nanti akan kami sampaikan, tapi pada intinya kami bersama dengan Satlantas itu ada di lapangan untuk membantu kelancaran lalu lintas," tutur Junaidi.
Guna menjaga ketertiban selama perhelatan budaya akbar tersebut, Dishub Kukar memberlakukan pembagian tugas melalui sistem piket harian.
Sebanyak 20 petugas ditugaskan khusus mengatur sirkulasi jalan raya, sedangkan 18 personel lainnya bertanggung jawab menata area parkir agar tertib dan tidak mengular ke badan jalan. Bukan hanya menempatkan petugas statis, Dishub Kukar juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) berkekuatan enam orang per hari.
Pasukan khusus ini disiapkan bergerak secara mobile guna mengurai hambatan darurat di lapangan dalam hitungan menit. "Tim Reaksi Cepat per hari itu ada enam orang. Tugas dan fungsinya ketika ada insiden atau ada permasalahan di lapangan," beber Junaidi.
Kekhawatiran terbesar petugas tertuju pada bentang jembatan yang kini menjadi urat nadi mobilitas warga setelah akses jalan lain mengalami gangguan. Apabila terjadi kendaraan mogok atau insiden kecil di tengah jembatan, antrean kendaraan dipastikan dapat langsung mengular panjang.
"Apalagi sekarang dengan putusnya jalan di Loa Janan dan Jembayan, arus lalu lintas semakin meningkat, khususnya di jembatan. Ada kemacetan atau kendaraan mogok di jembatan, pasti panjang sekali antreannya," kata Junaidi mengingatkan.
Menyikapi kerentanan itu, TRC Dishub bakal terus berkoordinasi intensif dengan jajaran Polres Kukar demi mempercepat evakuasi jika terjadi kendala lalu lintas. Upaya terpadu ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat luas yang datang memeriahkan Erau.
"Kalaupun nanti ada kendala-kendala di lapangan, baik secara langsung ataupun ada pengaduan masyarakat, nanti kami siap untuk menanganinya," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki