KALTIMPOST.ID, KUKAR – Kasus pembuangan bayi yang menggegerkan warga Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, akhirnya terungkap.
Aparat kepolisian berhasil meringkus Noviola Juliana Elisabeth (19), ibu muda yang nekat menghabisi nyawa dan menyembunyikan jasad darah dagingnya sendiri di dalam tas ransel.
Baca Juga: Epson Rilis Proyektor 4K EH-LS970B, Bawa Pengalaman Bioskop Layar Lebar ke Ruang Keluarga
Jasad bayi laki-laki malang itu ditemukan membusuk di sebuah rumah kosong. Tas ransel berisi jasad bayi laki-laki itu tergantung di dinding dapur, bersanding dengan ceceran bercak darah di lantai.
Penemuan bermula saat penjaga gerai es, Aprilia Dexanti Putri, mencium aroma busuk menyengat dari rumah milik Munirah yang sedang ditinggal ke luar daerah. Merasa curiga, Aprilia melapor kepada Saimin (60), pemegang kunci titipan rumah tersebut, untuk memeriksa ke dalam bangunan.
"Kami mencium bau sangat menyengat dan mencari sumbernya sampai ke dapur. Saat diperiksa, bau itu berasal dari tas ransel yang tergantung di dekat kamar mandi dan ada bercak darah di lantai," ungkap saksi pelapor, Saimin, saat memberikan keterangan kepada petugas.
Baca Juga: Amerika Serikat Sedang Pusing! Tertinggi Sepanjang Masa, Harga Solar Tembus Rp30.750 per Liter
Temuan mengerikan tersebut langsung diteruskan ke Ketua RT 15 Sajim Rohyadi dan dilaporkan ke Polsek Tenggarong Seberang.
Anggota kepolisian bersama Tim Inafis Polres Kutai Kartanegara kemudian mengamankan TKP, memasang garis polisi, serta mengevakuasi korban ke RSUD AW Sjahranie Samarinda untuk keperluan autopsi.
Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang bergerak cepat menghimpun keterangan para saksi di lokasi kejadian. Penyelidikan intensif aparat seketika mengarah kepada Noviola yang bekerja di gerai es sekitar tempat kejadian.
Baca Juga: Tips Memilih HP Android Gaming, Label Saja Tak Cukup, Cermati 5 Komponen Penting Ini
"Setelah menerima laporan, tim langsung mendatangi lokasi dan memeriksa para saksi di sekitar tempat kejadian perkara. Dari penyelidikan, kecurigaan mengarah kepada salah satu pekerja es dan kami langsung mengamankan terduga pelaku di kediamannya," tegas Kapolsek Tenggarong Seberang, Iptu Rizky Tovaz.
Dalam pemeriksaan intensif, tersangka mengakui perbuatannya bahwa bayi malang tersebut dilahirkan seorang diri beberapa hari sebelumnya. Pelaku diduga panik dan takut aib persalinannya diketahui orang lain hingga nekat merenggut nyawa buah hatinya sendiri.
"Pelaku mengakui bayi laki-laki tersebut adalah anak kandungnya yang dilahirkan beberapa hari lalu. Saat ini yang bersangkutan telah kami amankan bersama sejumlah barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.
Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa tas ransel, pakaian, karpet lantai, ember, gayung, serta telepon genggam. Atas perbuatan kejinya, Noviola kini dijerat dengan pasal berlapis Undang-Undang Perlindungan Anak. (*)
Editor : Dwi Restu A