KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Handi Wijaya, pemuda asal Sangatta, Kutai Timur, berhasil mengharumkan Kaltim dengan meraih juara 1 Best Speaker dalam ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) 2025, digelar di International Youth Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.
Tidak hanya itu, Handi bersama tim berhasil meraih juara pertama dalam kategori Best Presentation, serta berhasil membawa pulang juara 2 kategori Best Innovation Project melalui inovasi digital, yaitu Laprak Indonesia (Layanan Pendidikan Ramah Akses Indonesia), sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat luas.
Handi juga tergabung dalam Tim Eduvators yang berfokus membawa inovasi dibidang pendidikan yang beranggotakan, Kamil Anshari , Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muhammad Reza Ilyasa, Mahasiswa Universitas Diponegoro, Daniella Kartika Putri, Mahasiswi Universitas Brawijaya.
Puncaknya adalah saat Presentasi SDGs Proyek, Handi dan tim mempresentasikan proyek inovatif Laprak Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi daerah-daerah yang masih sulit mengakses sumber belajar berkualitas.
Laprak Indonesia adalah sebuah aplikasi yang mengintegrasikan layanan Pendidikan dengan sektor digital. Dirancang untuk membantu anak-anak untuk mengakses Pendidikan.
Proyek ini menerima pengakuan khusus dari para juri atas kontribusi yang signifikan dalam inovasi pendidikan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs United Nation.
Dalam ajang ini, setiap tim dituntut untuk menyusun dan mempresentasikan inovasi di hadapan dewan juri yang terdiri dari para pakar di bidang inovasi dan pendidikan.
"Saya juga mendapatkan support secara langsung dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yakni Bapak Ardiansyah Sulaiman serta beberapa perusahaan dan Komunitas diantaranya PAMA Persada Nusantara, PDAM Tirta Tuah Untung Banua dalam keberangkatan untuk mengikuti lomba tersebut" ujarnya.
IYIS 2025 diadakan di lokasi-lokasi ikonik, dimulai dengan tour kampus di National University of Singapore (NUS) di Singapura. Para delegasi kemudian mengikuti presentasi proyek dan penyerahan penghargaan di International Youth Center (IYC) di Malaysia.
IYIS 2025 diikuti oleh 30 delegasi dari berbagai institusi. Seleksi dilakukan selama lebih dari satu bulan.
Aspek penilaian meliputi kemampuan public speaking, kreativitas, kejelasan konsep, dampak sosial, dan kerjasama tim.
Handi berharap agar keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk terus berinovasi dan berpartisipasi dalam ajang internasional.
"Saya berharap pencapaian ini bisa menginspirasi Pemuda Provinsi Kalimantan Timur untuk berani mencoba untuk tidak takut gagal, karena saya percaya bahwa setiap proses yang kita mulai, akan menjadi batu loncatan untuk kesuksesan di masa depan" pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie